2016 | Uang Merah | Forex Mart

Tuesday, 5 January 2016

Peninggalan Islam di Indonesia - Ditemukan beberapa peninggalan islam di indonesia diantaranya:

- Batu nisan yang bertuliskan nama Sultan Malik Al-Saleh. Nisan ini bertuliskan juga tahun 1297 Masehi. Seperti yang kita ketahui bahwa Sultan Malik Al-Saleh merupakan Raja pertama dari kerajaan Samodera Pasai.

- Makam dari raja Maulana Malik Ibrahim yang terdapat di Gresik

- Makam dari raja-raja Gowa–Tallo yang terdapat di Makassar

- Catatan seorang pengelana yang bersal dari Venesia, yaitu Marco Polo, catatan tersebut bertuliskan penduduk Perlak sudah memeluk islam pada tahun 1292 Masehi.

- Catatan dari sorang musafir yang berasal dari Tunisia bernama Ibnu Batutah. Catatan tersebut berisi agama islam berkembang di Pasai. Baca: Pendiri Kerajaan Samudra Pasai

- Masjid dibuat untuk tempat ibadah sekaligus center kegiatan keagamaan umat islam, masjid-masjid peninggalan kerajaan islam antara lain:
  1. Masjid Agung Demak, masjid ini adalah peninggalan dari sebuah kerajaan demak yang didirikan oleh Walisanga. 
  2. Masjid Baiturrahman, masjid ini adalah masjid peninggalan dari kerajaan Aceh yang dibangun sekitar tahun 1879 Masehing dan selesai pembangunna pada tahun 1881 Masehi. 
  3. Masjid Agung Banten, masjid ini merupakan peninggalan dari kerajaan Banten yng dibangun oleh Sultan Ageng Tirtayasa.
  4. Masjid Agung Kudus yang dibangun oleh Sunan Kudus. 
- Keraton dibangun sebagai tempat tinggal raja dan ratu beserta keluarganya, keraton juga dibuat untuk pusat kegiatan yang berhubungan dengan kerajaan. Berikut beberapa keratong peninggalan islam di Indonesia:
  1. Keraton kasunanan Surakarta yang berada Surakarta profinsi Jawa Tengah. 
  2. Kasultanaan Jogjakarta yang berada di D.I Yogyakarta 
  3. Kasepuhan dan Kanoman Cirebon yang berada di kota cirebon profinsi Jawa Barat
  4. Kasultanan Ternate yang berada di Ternate, Maluku Utara.
  5. Kasultanan Deli yang berada di Sumatra Utara.
- Seni Ukir yang merupakan kesenian berupa gambar dan lukisan yang dilakukan diatas kayu, logam dan batu untuk menghasilkan sebuah karya. Peninggalan kerajaan islam yang berbentuk seni ukir diantaranya: 
  1. Seni ukir yang ada di Masjid Mantingan Kota Jepara
  2. Ukiran pada mam di Madura
  3. Ukiran kayu di kota Cirebon
  4. Ukiran yang terdapat di gapura Sunan Pandanaran, kota Klaten. 
  5. Ukiran pada gapura makam Sendang Dhuwur di Tuban,
- Aksara, aksara merupakan rangkaian huruf-huruf yang dipakai sebagian besar orang pada saat itu untuk berkomunikasi, aksara yang ada pada saat itu antara lain: 
  1. Aksara Jawi atau aksara Arab Melayu, merupakan aksara Arab yang terdapat di Sumatra dan Semenanjung Malaka.
  2. Aksara Pegon merupakan aksara Arab yang ditulis dalam bahasa Sunda dan Jawa.
  3. Aksara Arab gundul merupakan aksara Arab yang tidak disertai baris serta harakat.
Selain itu ada peninggalan berupa kaligrafi, seni pertunjukan, tradisi dan budaya, seperti: tari saman, tari zapin,, rebana, qasidah. Upacara adat. Adapula yaitu hikayat, syair, suluk, babad, serta kitab-kitab yang berisi moral, seperti kitab yang ditulis oleh Bukhari al Jauhari. Baca: Kerajaan - Kerajaan Islam di Sulawesi dan Sumatera

Sunday, 3 January 2016

Pendiri Kerajaan Samudra Pasai - Agama masuk ke Indonesia sekitar abad ke 7 masehi, namun persebarannya tidaklah terjadi secara bersamaan. Para pedagang muslim datang ke Indonesia menuju ke berbagai daerah, hal inilah yang membuat penduduk Indonesis mulai mempelajari dan memeluk agama islam. Di daerah Sumatera, pedagang-pedagang islam singgah pertama kali di bagian pesisir Samudera, tak terkecuali Pasai.

Kehadiran agama baru ini, mendapat tanggapan positif dari masyarakat Pasai. Berbagai lapisan masyarakat pasai mulai tertari dan mempelajari agama islam, hingga akhirnya memutuskan untuk memeluk agama islam. Hal ini membuat lasan untuk mendirikan sebuah kerajaan, yang diberi nama kerajaan Samodera Pasai. Baca: Kerajaan Islam Pertama dan Tertua di Indonesia

Selama ini kita mengtahui bahwa pendiri kerajaan samudra pasai adalah Meurah Silu, namun pada kenyataanya pendiri kerajaan samudra pasai adalah seseorang bernama Nizamudin Al-Kamil, yang merupakan laksamana lautan dari Negeri Jiran pada saat kekuasaan Dinasti Fatiamah. Perlu diketahui bahwa Nizamudin Al-Kamil beraliran syiah. Pada awalnya tujuan utamanya mendirikan sebuah kerajaan di Pasai adalah untuk menguasai perdagangan pada sektor Lada, namun ia tewas saaat terjadi ekspansi di daerah sampar.

Keberadaan Nizamudin Al-Kamil merupakan perintah dari dinasti Fatimah, namun saat dinasti tersebut mengalami kerutuhan pada tahun 1284 Masehi, dinasti fatimah digantikan oleh dinasti Mamuluk. Perlu diketahui bahwa dinasti ini bermadzhab Syafi’I. Dinasti ini yang mengambil kuasa atas kerajaan Samodera Pasai, tujuannya adalah untuk menghilangkan ajaran syiah yang ada di masyarakat, tujuan lainnya adalah untuk menguasaai pasar dunia, terutama di bidang rempah-rempahnya. Maka untuk manjalankan niatnya, dua pemuka dinasti Mauluk yaitu Syekh Ismail bersama Fakir Muhammad merebut kerajaan Samodera Pasai. Setelah kerajaan Samodera Pasai jatuh ke tangan dinasti Mamuluk, Syekh Ismail menunjuk Meurah Silu menjadi raja di kerajaan Samodera Pasai setelah masuk islam pastinya. Saat menjadi raja Meurah Silu mendapatkan gelarnya yaitu Malikus Saleh.

Saat kepemimpinnan Meurah Silu kerajaan Samodera Pasai menjadi pusat perdagangan terutama di bidang rempah-rempah dan lada, kerajaan Samodera Pasir juga menjadi pusat penyebaran agama islam bermahzhab Syafi’i. Kerajaan Samodera Pasai juga kedatangan Marco Polo.

Pada mulanya raja Malik Al-Saleh merupakan penganut faham Syiah, namun atas bujukan Syekh Ismail, akhirnya raja tersebut pindah pada islah bermahzab Syafi’i. Raja Meurah Silu mmerintah di kerajaan Samodera Pasai dimulai dari tahun 1285 sampai tahun 1297 Masehi. Setelah beliau wafat, tahta kerajaan diberikan kepada putra mahkota dari raja Meurah Silu yaitu Sultan Malik Al Zahir I. Beliau memeimpin kerajaan Samodera Pasai dari tahun 1297 hingga tahun 1326 Masehi. Pada saat pemerintahan Sultan Malik Al Zahir I inilah kerajaan Samodera Pasai dapat menaklukkan kerajaan islam yang berdiri sebelumnya, yaitu Kerajaan Sultan ahmad laiku dzahir yang mendapatkan gelar Sulthan Malik Al Zahir II. Beliau memimpinn kerajaan Samodera Pasai sejak tahun 1326 Masehi hingga tahun 1348 Masehi. Baca: Kerajaan - Kerajaan Islam di Sulawesi dan Sumatera 

Friday, 1 January 2016

Kerajaan Pertama di Indonesia - Beberapa ahli meyakini bahwa kerajaan pertama di Indonesia bukanlah keraajaan Kutai namun kerajaan Salakanegara. Hal ini dibuktikan dengan isi dari naskah wangsakerta. Pada naskah tersebut dijelaskan bahwa kerajaan Salakanegara didirikan di Jawa Barat pada tahun 130 Masehi, hal ini berarti kerajaan Salakanegara merupakan kerajaan pertama di indonesia. Pendirinya adalah Dewawarman, ia adalah duta bangsawan yang berasal dari Calankanaya. Ia juga merupakan pedagang dari India yang menikah dan menetap di Indonesia. Dewawarman datang ke Indonesia bersama rombongan dari India pada tahun 128 Masehi, pada awalnya kedatangannya membawa misi untuk menyebarkan agama Hindu ke seluruh pelosok dunia, salah satunya Indonesia, maka dari itu Dewawarman membawa beberapa pendeta untuk membantunya dalam misi tersebut.

Kedatangan Dewawarman di Pasundan , Jawa Barat tepatnya di teluk lada membawa pengaruh besar bagi Datu Tirem (pemimpin Teluk Lada) dan juga rakyat Teluk Lada, hal ini dikarenakan Dewawarman dapat membantu mengatasi kesulitan yang dialami rakyat Teluk Lada dan juga berhasil mengusir sekelompok bajak laut yang saat itu menjadi ancaman di selat Sunda. Selain itu Dewawarman juga membantu pemimpin Teluk lada memperbaiki sistem pemerintahan dan sistem lainnya. Baca: Kerajaan - Kerajaan Islam di Sulawesi dan Sumatera

Para pendeta yang ikut bersama Dewawarman dari India, mulai menyebarkan dan mengajarkan agama hindu kepada rakyat Teluk Lada, sehingga sebagian besar rakyat Teluk Lada mulai menganut agama hindu. Keberadaan Dewawarman beserta rombongannya membawa kemakmuran bagi seluruh rakyat Teluk Lada dalam waktu singkat.

Akhirnya Dewawarman menikah dengan Dewi Pwahaci Larasati yang merupakan putri dari pemimpin Teluk Lada l, yaitu Datu Tirem. Begitu pula dengan rombongan yang ikut dengan Dewawarman , mereka semua menikah dengan wanita-wanita Taluk Lada, dan tidak ingin kembali ke negara asalnya.

Ketika Datu Tirem meninggal, kepemimpinan Taluk Lada diberikan kepada Dewawarman. Hingga akhirnya Dewawarman membangun sebuah kerajaan yang bernama Salakanegara yang berarti Negeri Perak pada tahun 130 Masehi. Setelah dinobatkan sebagai raja Dewawaran mendapatkan gelar Prabu Darmalokapala Dewawarman Aji Raksa Gapura Sagara sedangkan Dewi Pwahaci Larasati mendapatkan gelar Dewi Dwani Rahayu.

Saat kepemimpinannya, Dewawarman membentuk balatentara untuk menyatukan seluruh rakyat Teluk Lada bagian utara, selatan, barat, dan timur. Hal ini dilakukan untuk memperluas daerah kepemimpinannya. Hingga akhirnya daerah kekuasaan kerajaan Salakanegara membentang panjang meliputi Selat Sunda, pantai utara pantai selatan, Pelabuhan-pelabuhan di Jawa Barat, Nusa Api, Nusa Mandala, dan pesisir Sumatera selatan. Perahu yang melawati ketiga arus perairan tersebut haris membayar upeti kepada kerajaan Salakanegara.

Untuk mendukung kepemimpinannya, Dewawarman membentuk kerajaan-kerajaan yang kekuasaannya berada dibawah kekuasaan kerajaan Salakanegara. Kerajaan-kerajaan tersebut antara lain: kerajaan Ujung Kulon yang dipimpin oleh Raja Bahadura Harigana Jaya Sakti merupakan adik dari Dewawarman. Pusat kerajaan Ujung Kulon berada di Teluk Penanjung, Kerajaan Tanjung Kidul yang dipimpin oleh raja Sweta Liman Sakti, ia juga merupakan adik dari Dewawarman. Baca: Kerajaan - Kerajaan Hindu Budha di Indonesia 
- |