November 2015 | Uang Merah | Forex Mart

Saturday, 28 November 2015

Unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen - Cerpen merupakan karya sastra yang memiliki kandungan kata yang sedikit. Cerpen merupakan cerita pendek dan menceritakan satu peristiwa dengan konflik yang sederhana namun memberikan penyelesaian yang menyeluruh. Biasanya cerpen disajikan dengan kata-kata yang menarik serta akhir yang tak terduga. Ciri-ciri cerpen antara lain: ceritanya yang pendek, tak lebih dari 10.000 kata, sehingga membuat pembacanya dengan cepat selesai membacanya dan tidak jenuh, cerpen mengandung pemikiran tunggal yang diceritakan dari awal sampai akhir namun menimbulkan efek yang menarik pagi pembacanya. Cerita dalam sebuah cerpen digambarkan dengan sanga singkat padat dan jelas, namun ceritanya tetap hidup. Cerita dalam sebuah cerpen harus memiliki ending yag jelas agar pesan dari cerita dapat tersampaikan. Cerita dalam cerpen dapat dibuat berdasarkan pengalaman pribadi ataupun pengalaman orang lain. Baca: Unsur Intrinsik Drama dan Puisi

Cerpen ditulis dengan memeperhatikan dua unsur yaitu unsur intrinsik yang dapat menjadi unsur pembangun cerpen dan unsur ekstrinsik yang dapat mendukung kulitan sebuah cerpen, berikut penjelasan masing-masing unsur:

1. Unsur Intrinsik Cerpen

a. Tokoh merupakan pelaku yang dilibatkan didalam cerita novel tersebut, tokoh dalam sebuah cerpen menggambarkan tentang sifat, watak serta pribadi pelaku secara garis besar saja, pembahasannya tidak sedetail novel. Tokoh disini berfungsi agar pesan yang terkandung dalam cerpen dapat tersampaikan dengan maksimal. Dalam cerpen ada tokoh potagonis, tritagonis dan antagonis. Perwatakan atau sifat tokoh dalam cerpen dapat digambarkan secara langsung atau tidak langsung.

b. Latar

Latar dalam novel hampir sama dengan latar pada karya-karya lainnya, yaitu berhubungan dengan tempat kejadian, waktu kejadian, gambaran sosialnya. Latar dalam cerpen dibuat untuk memperjelas isi cerpen.

c. Alur
alur dalam cerpen merupakan urut-urutan suatu peristiwa yang terjadi dalam cerpen, berhubungan dengan sebab akibat suatu kejadian atau peristiwa. Ada tiga alur dalam sebuah cerpen yaitu alur maju, alur mundur dan alur campuran. Isinya mencakup perkenalan, penjajakan, klimaks, puncak klimaks penyelesaian klimaks.

d. Sudut pandang

Sudut pandang adalah cara pandang tokoh dalam cerpen atau siapa yang bercerita tentang peristiwa dalam cerpen. Ada sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga.

e. Gaya bahasa

Adalah penggunaan bahasa yang dipakai oleh penulis, bagaimana penulis mengungkapkan peristiwa yang terjadi dalam cerpen.

f. Tema

Tema merupakan ide pokok yang mendasari pembuatan cerpen. Sehingga tercipta satu peristiwa yang diceritakan dalam cerpen.

g. Amanat

Pesan yang ingin penulis sampaikan dalam sebuah cerpen untuk para pembaca novel tersebut.
Baca: Pengertian, Ciri-Ciri Novel dan Cerpen

2. Unsur Ekstrinsik Cerpen

a. Latar belakang budaya penulis

b. Keadaan psikis penulis dan pembaca

c. Keadaan lingkungan

d. Sejarah penulis

e. Pendidikan penulis

f. Kondisi masyarakat pada saat cerpen itu dibuat.

Thursday, 26 November 2015

Pengertian, ciri-ciri novel dan cepren - Pengertian novel adalah sebuah cerita yang ditulis oleh pengarang dalam bentuk prosa panjang. Setiap karangan novel pasti memiliki tema yang mendasari isi novel tersebut. Didalam novel ada sebuah cerita yang berkesinambungan dari waktu ke waktu yang menggambarkan suatu kejadian. Ciri-ciri novel antara lain: novel memiliki alur atau jalan cerita yang komleks, yang menggambarkan serangkaian peristiwa panjang yang saling berkaitan, sehingga pembahasan cerita peristiwa tersebut dapat digambarkan secara detail dan mendalam, novel memiliki tema yang mendasari pembuatan novel.

Tema dalam sebuah novel dapat terdiri dari beberapa tema, sehingga pembahasan dalam novel dapat sangan luas sekali , novel pasti memiliki tokoh yang memainkan peristiwa dalam sebuah novel, biasanya tokoh dalam novel melibatkan banyak tokoh atau karakter serta digambarkan secaa detail. Tokoh dalam novel acapkali memiliki beberapa tokoh utama yang terdiri dari tokoh protagoni dan antagonis. Penokohan ini tergantung cerita peristiwa yang akan di sajikan pengarang. Tokoh tambahan juga dapat menjadi banyak yang dapat mendukung cerita dalam novel tersebut. Biasanya tokoh dalam novel digambarkan secara detail satu-persatu, tentang wataknya seperti apa, sifatnya seperti apa, kebiasaan yang dilakukannya apa serta kedudukannya dalam cerita novel tersebut apa.

Novel terdiri dari dua unsur, yakni unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik merupakan unsur pembangun novel secara langsung, yang berhubungan dengan cerita di dalam novel, misalnya tema, alur, tokoh, sudut pandang, latar, gaya bahasa, amanat. sedangkan unsur ekstrinsik merupakan unsur yang tidak berhubungan dengan cerita di dalam novel namun unsur ini berpengaruh dalam membuat novel misalnya, latar belakang budaya penulis, pendidikan penulis dan pengalaman penulis.

Pengertian Cerpen

Cerpen adalan singkatan dari cerita pendek. Senada dengan namanya jadi pengertian cerpen adalah sebuah cerita singkat yang dibuat oleh pengarang, biasanya kata-kata dalam sebuah cerpen tidak melebihi 10.000 kata. Ceirta alam cerpen biasanya terpusat pada satu peristiwa.

Ciri-ciri cerpen antara lain adalah ceritanya yang memiliki alur pendek, lebih pendek dari pada novel, pembahasan cerita dalam cerpen biasanya tidak sedetail pada novel. Isi cerita dalam cerpen biasanya berhubungan dengan peristiwa yang dialami sehari-hari serta umum terjadi dan cerita yang diceritakan dalam cerpen tidak detail atau hanya inti kejadiannya saja. Pemakaian kata yang digunakan dalam cerpen sangat sederhana sekali, namun meninggalkan kesan yang mendalam, sehingga mudah dicerna pembaca namun membuat pembaca suka membacanya. Singkatnya cerita dalam cerpen membuat orang yang membacanya tidak bosan dan jenuh. Konflik yang disajikan dalam cerpen digambarkan secara sederhana dengan penyelesaian yang sederhana pula, karena dalam sebuah cerpen terdapat satu peristiwa saja sehingga konflik yang diberikan tidaklah rumit. Jumlah kata-kata dalam sebuah cerpen tidaklah lebih dari 10.000 kata-kata. Alur cerita yang dituangkan dalam sebuah cerpen biasanya lurus kedepan, karena tidak butuh kedetailan kejadian.

Tuesday, 24 November 2015

Unsur Intrinsik Drama dan Puisi - unsur intrinsik merupakan unsur yang harus diperhatikan dalam membuat karya sastra. Unsur intrinsik drama ada 7, yaitu tema, amanat, alur, tokoh, latar, sudut pandang serta gaya bahasa. Berikut penjelasanya:

1. Tema
Tema merupakan suatu ide dasar dalam pembuatan drama atau karya sastra. Tema adalah inti masalah atau jiwa cerita. Tema dalam sebuah drama dapat dinyatakan dalam dua cara yatu secara implisit (tidak langsung) atau eksplisit (langsung).

2. Amanat
Amanat merupakan pesan inti yang ingin disampaikan pengarang dalam drama. Jadi pengarang ingin menyampaikan pesan kepada penikmat drama, amanat dapat di sampaikan secara langsung atau tidak langsung.

3. Alur
Alur merupakan rangkaian kejadian dalam sebuah drama. Susunan alur terdiri dari alur linear yaitu berdasarkan waktu kejadian, alur kusal yaitu berdasarkan sebab akibat serta alur tematik yaitu berdasarkan tema sebuah cerita. Sedangkan struktur alur terdiri dari alur bagian awal yang terdiri dari paparan, rangsangan dan gawatan. Bagian tengah yang terdiri dari tikaian, rumitan, dan klimaks. Bagian akhir yang terdiri dari leraian dan penyelesaian.

4. Tokoh
Tokoh merupakan ciptaan pengarang berupa subjek, yang menlakukan atau mengalami suatu peristiwa dalam sebuah drama. Tokoh dalam sebuah drama biasanya berwujud manusia, namun dalam drama animasi dapat berupa hewan atau tumbuhan.

Tokoh dalam drama dapat dugambarkan melalu watak protagonis atau antagonis. Watak protagonis memiliki sifat baik hati dan sifat-sifat positif lainnya. Sedangkan watak antagonis memiliki sifat tinggi hati dan sifat-sifat negatif lainnya. Ada dua metode dalam menciptakan watak ini yaitu metode analitis atau metode langsung serta metode dramatik atau melalui pemikiran dan pertimbangan-pertimbangan tertentu.

5. Latar
Latar merupakan keterangan yang berkaitan dengan waktu kejadian, ruang kejadian, suasana saat kejadian, serta waktu kejadian dalam sebuah peristiwa.

6. Sudut pandang
Sudut pandang merupakan cara pandang tokoh tokoh dalam menempatkan dirinya dalam suatu peristiwa. Sudut pandang pertama yaitu sudut pandang dari orang itu sendiri, digambarkan sebagai “saya” dalam sebuah cerita. Sudut padang dari orang ketiga yaitu sudut pandang dari orang lain, digambarkan sebagai “dia”

7. Gaya bahasa
Gaya bahasa merupakan sutu tekhnik berbahasa yang digunakan pengarang dalam drama.

Unsur -  unsur Intrinsik Puisi

Puisi juga merupakan karya sastra yang meruakan ungkapan atau seuntaian kata-kata indah, yang mengandung arti sangat dalam. Unsur intrinsik puisi terdiri dari tema, latar, imaji, lambang, nada, gaya bahasa, amanat, rima, ritme dan diksi. Baca: Pengertian Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik

Berikut penjelasan masing-masing unsur tersebut:
  • Tema
Pengertian tema dalam puisi hampir sama dengan tema dalam drama, yakni gagasan utama atau ide pokok yang dijadikan dasar oleh pengarang untuk membuat puisi.
  • Latar
Latar dalam puisi merupakan perasaan yang didasarkan pada puisi tersebut, sehingga membuat pembaca puisi dapat merasakan juga perasaan yang ada didalam puisi tersebut.
  • Imaji
Imaji dalam puisi dalah gambarah yang diciptakan di dalam puisi, sehingga pembaca dapat memahami isi dari puisi tersebut.
  • Lambang
Lambang di dalam puisi merupakan kata-kata kiasan untuk menggambarkan sesuatu.
  • Nada
Nada dalam puisi merupakan penyusunan kata-kata yang ada di dalam puisi memiliki suatu makna yang indah.
  • Gaya bahasa 
Gaya bahasa merupakan cara berbahasa yang dipakai penulis puisi, setiap penulis puisi memiliki gaya bahanya sendiri-sendiri
  • Amanat
Amanat perupakan pesan yang terkandung di dalam puisi. Amanat dibuat oleh penulis puisi biasanya di tuangkan dalam bentuk tersirat yang berbentuk kata-kata kiasan yang indah.

Sunday, 22 November 2015

Sistem Transportasi pada Manusia - Transportasi merupakan suatu proses yang terjadi pada tubuh manusia, dimana darah mengedarkan zat-zat dan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh. Darah juga mengambil zat yang sudah tidak terpakai untuk dikeluarkan oleh tubuh. Transportasi pada manusia alat utamanya adalah darah. Darah beredar didalam tubuh manusia dengan dibantu oleh jantung dan juga dibantu oleh pembuluh darah.

Berikut penjelasan tentang sistem transportasi pada manusia:

Darah merupakan sistem transportasi pada manusia yang utama. Komponen darah terdiri dari kopusker yaitu merupakan unsur padat dari darah, terdiri dari eritrosit, lekosit, dan trombosit. Serta plasma darah yang merupakan cairan dalam darah.

Proses normalnya darah adalah proses yang terjadi pada pembuluh darah. Jadi pembuluh arteri di dalam tubuh akan mengalirkan darah dengan bersambung pada kapiler, kapiler ini nantinya akan bertemu dengan pembuluh yang memliki ukuran kecil yang di sebut venula hingga akhirnya darah akan menuju ke pembuluh vena yang nantinya akan mengalir ke jantung lalu ke paru-paru. Baca: Perbedaan Pembuluh Nadi dan Pembuluh Balik

Fungsi darah antara lain sebagai sistem transportasi berbagat zat dan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh, mendirtribusikan hormon pada organ yang membutuhkan, membangun imunitas tubuh, membantu proses penyembuhan luka, mengetur suhu dan pH tubuh. Bagian-bagian darah antara lain:

· Sel darah merah

Sel darah merah merupakan salah satu bagian sel darah yang utama, karena perananya dalam mengikat oksigen yang sangat diperlukan oleh tubuh. Pada organ dewasa terdapat 4-5 juta sel setiap 1 cc darah. Sel darah merah dapat mengalami pembaharuan apabila sel telah rusak atau tidak berfungsi dengan baik, kira-kira umur sel darah merah adalah 120 hari.

· Sel darah putih
Sel darah putih merupakan salah satu komponen darah yang berguna membantu tubuh melawan bakteri dan virus masuk dan membuat bibit penyakit di dalam tubuh. Jadi sel darah putih merupakan tameng tubuh dari serangan penyakit. Pada orang dewasa jumlah sel darah putih bisa mencapai 6-9 ribu sel setiap cc darah. Jumlah ini tergantung seberapa banyak bakteri yang berusaha masuk dan telah masuk ke dalam tubuh.

· Keping darah
Keping darah ini merupakan bagian darah yang fungsinya adalah membantu penyembuhan luka, jumlah keping darah pada manusia dewasa dapat mencapai 2 sapai 5 ribu sel per cc darahnya. Keping darah dapat membantu membekukan darah saat terjadi pendarahan akibat luka. Jadi saat tubuh mengalami luka, keping darah akan mengeluarkan enzim yang dapat membekukan darah yaitu trombokinase. Baca: Peredaran Darah Manusia

Selain darah, di dalam tubuh terdapat cairan yaitu cairan getah bening. Cairan ini terbentuk karena adanya darah yang keluar dari dinding-dinding kapiler.

Friday, 20 November 2015

Peredaran Darah Terbuka dan Tertutup - peredaran darah pada makhluk hidup terdiri dari jantung, darah dan pembuluh darah. fungsi peredaran darah pada makhluk hidup adalah untuk sirkulasi darah dan untuk mendistribusikan zat-zat yang diperlukan oleh tubuh untuk bertahan hidup. Jantung mengalirkan darah ke seluruh anggota tubuh melewati pembuluh darah. Darah yang mengandung oksigen akan mengalir keseluruh tubuh melewati pembuluh darah untuk didistribusikan ke anggota tubung yang memerlukannya. Setelah semua tubuh sudah teralirkan oleh darah yang mengandung oksigen, darah tersebut akan bertukar dengan darah yang sudah mengandung karbondioksida.

Perbedaan peredaran darah terbuka dan tertutup:

1. Peredaran Darah Terbuka
Peredaran darah terbuka merupakan peredarah darah sederhana. Jantung akan mengalirkan darah ke ronggo-rongga yang terbuka di tubuh. Jadi pembuluh darah membawa darah dengan tekanan rendah, karena darah juga mengalir ke seluruh tubuh diluar pembuluh darah. Biasanya peredaran darah terbuka dimiliki oleh hewan-hewan tertentu seperting serangga, udang dan biota atau makhluk kecil lainnya.

Kelebihan yang dimiliki oleh peredaran darah terbuka yaitu prosesnya membutuhkan sedikit energi jadi peredaran darah terbuka ini cocok untuk hewan yang bertubuh kecil dan memiliki metabolisme yang lumayan lambat. Baca: Peredaran Darah Ganda dan Jantung 

2. Peredaran Darah Tertutup

Peredaran darah tertutup memiliki sistem yang lebih kompleks. Proses utamanya terletak di paru-paru dan saluran sistemik. Jadi paru-paru akan menerima oksigen dari luar tubuh, setelah oksigen terikat pada darah, darah akan mengalir pada saluran sistemik, yaitu pembuluh darah untuk di bawa ke jantung dan akan di pompa ke seluruh bagian tubuh.

Kelebihan yang dimiliki oleh peredaran darah tertutup adalah peredaran darah tertutup lebih efisien karena dapat berjalan pada tekanan yang tinggi, dan juga peredaran darah tertutup hanya memerlukan jumlah darah yang relatif sedikit karena hanya berjalan pada pembuluh darah saja. Peredaran darah tertutup juga dapat memngalirkan darah dengan lebih cepat, sehingga nutrisi yang diperlukan tubuh dapat dipenuhi dengan sangat baik. Peredaran darah tertutup lebih kuat dari pada Peredaran darah terbuka. Karena memiliki tingkat anti bodi yang tinggi pula dibandingkan Peredaran darah terbuka.

Perbedaan yang dimiliki antara Peredaran darah tertutup dan Peredaran darah terbuka.
  • Peredaran darah terbuka merupakan peredaran darah dari jantung ke seluruh tubuh, tanpa harus melewati pembuluh darah. Jadi pada hewan yang memiliki Peredaran darah terbuka tidak dapat mengenali perbedaan antara cairan tubuh serta darah karena sama-sama mengisi seluruh bagian-bagian tubuh, dan keduanya tercampur didalam tubuh hewan yang memiliki Peredaran darah terbuka. 
  • Peredaran darah tertutup merupakan darah yang dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh melewati pembuluh darah. Jadi darah hanya mengalir di pembuluh darah yang ada di dalam tubuh saja. Baca: Macam - Macam Pembuluh Darah

Wednesday, 18 November 2015

Peredaran darah manusia merupakan sistem yang sangat kompleks. Ada peredaran darah tertutup yang artinya peredarah darah tersebut pasti dan akan selalu mengalir pada pembuluh darah. Ada juga peredaran darah ganda yang artinya peredaran darah yang mengalir ke jantung akan mengalir dengan cara ganda, yaitu peredaran darah besar yang mulainya dari jantung berjalan ke pembuluh vena cava lanjut ke seluruh tubuh dan akan kembali kejantung, sedangkan peredaran darah kecil yang awal mulanya dari jantung lalu ke arteri pulmonalis hingga ke paru-paru lalu ke pembuluh balik vena pulmonalis dan akan kembali ke jantung.

Berikut penjelasan mengenai peredaran darah manusia:

1. Peredaran Darah Besar

Orang lebih mengenal peredaran darah besar dengan istilah peredaran darah yang sistematik. Peredaran darah ini disebut peredaran darah besar dikarenakan jangkauannya yang menyuluruh pada tubuh manusia. Jadi darah yang sudah mengandung oksigen akan menuju bilik kiri. Saat proses ini katup oarta akan mengalami kontraksi sehingga memaksanya untuk terbuka. Setelah katup oarta terbuka, darah yang mengandung oksigen tadi akan mengalir ke semua bagian tubuh melalui pembuluh darah yang ada di seluruh tubuh manusia. Sehingga darah ini akan dapat teralirkan ke semua tubuh hingga menuju ke pembuluh kapiler, pada pembuluh ini akan terjadi proses pertukaran darah, dari darah yang mengandung oksigen bertukar dengan darah yang mengandung karbon dioksida. Setelah terjadi pertukaran, darah yang mengandung karbondioksida tadi akan menuju ke pembuluh vena cava akan dikirim ke bilik kanan dengan melewati serambi kanan, setelah itu akan dialirkan ke pembuluh pulmonalis dan akan dibuang lewat paru-paru. Baca: Kelainan dan Klasifikasi pada Sistem Peredaran Darah Manusia

2. Peredaran Darah Kecil

Paru-paru yang mengandung oksigen akan mengalir ke vena pulmonalis dialirkan ke jantung dan darah yang mengandung karbondioksida akan mengalir di arteri pulmonalis untuk menuju paru-paru kembali. Maka dari itu peredaran darah kecil hanya melewatu pulmonalis.

3. Peredaran Darah Tertutup

Peredaran darah tertutup yaitu peredaran darah yang hanya mengalir di pembuluh darah, darah yang mengandung oksigen akan mengalir di arteri dan darah yang mengandung karbondioksida akan mengalir di vena.

4. Peredaran Darah Terbuka

Peredaran darah terbuka biasanya dimiliki oleh hewan-hewan tertentu, jadi darah mengalir di seluruh tubuh, bukan hanya di pembuluh darah. Contoh belalang, kecoa dll.

5. Peredaran Darah Ganda
Perdaran darah ganda maksudnya darah akan melewati jantung dengan dua kali putaran. Darah pada putaran pertama yaitu darah yang mengandung oksigen akan dialirkan ke jantung untuk di pompa ke selruh tubuh dan darah pada putaran kedua adalah darah mengandung karbondioksida akan melewati jantung juga untuk dialirkan ke paru-paru. Baca: Penyakit pada Sistem Peredaran Darah Manusia

Monday, 16 November 2015

Peredaraan darah ganda dan jantung - Peredaran darah ganda biasa dimiliki oleh manusia atau hewan mamalia lainnya. Pada peredaran darah ganda darah akan melawati jantung dalam dua kali putaran, yang pertama adalah darah yang mengandung oksigen dan yang kedua adalah darah yang mengandung karbondioksida. Oksigen akan dihirup oleh hidung dan ditampung di paru-paru. Setelah paru-paru penuh, oksigen tadi akan diikat oleh darah dan akan dialirkan ke jantung melewati vena pulmonari. Setelah berada di jantung sebelah kiri, atau bilik jantung, darah akan di pompa ke seluruh tubu melewati arteri, setelah tubuh menerima darah yang sudah mengandung oksigen dan oksigen terserap oleh organ-organ yang membutuhkan, darah yang mengandung oksigen akan bertukar dengan darah yang mengandung karbondioksida. Darah yang mengandung karbon dioksida akan mengalir di pembuluh vena, dan akan mengalir ke jantung sebelah kanan, setelah sampai di bilik kanan darah akan menuju arteri pulmonari utuk di kembalikan lagi ke paru-paru dan karbondioksida dapat dikelurkan dari dalam tubuh.

Pada hewan, peredaran darah ganda hanya dimiliki oleh hewan-hewan tertentu, seperti mamalia. peredaran darah jantung adalah perdaran darah yang terjadi di sekitar jantung. Jadi darah mengalir melalui pembuluh darah berasal dari paru yang terdiri dari lengkung tertutup yaitu yang menghubungkan paru dengan jantung. Serta pembuluh darah yang sistemik. Pembuluh darah ini melibatkan organ-organ yang ada didalam tubuh.

Penjelasan mengenai peredaran darah jantung

Jantung merupakan salah satu organ yang ada didalam tubuh, walaupun satu-kesatuan, jantung memiliki 4 bagian yang memiliki fungsi yang berbeda-beda. 4 bagian jantung terdiri dari serambi kanan dan kiri serta bilik kanan dan kiri. Pada bilik dan serambi dipisahkan oleh katup yang bernama trikuspid dan bikuspid. Sekat ini berguna untuk menahan darah agar tidak kembali. Baca Juga: Penyakit pada Sistem Peredaran Darah Manusia

Peredaran darah jantung dilakukan secara bargantian melakukan kontraksi otot jantung, hal ini dilakukan sebagai usaha mengosongkan isi jantung untuk diisi dengan yang baru dalam proses relaksasi. Agar sirkulasi di dalam tubuh tetap berjalan. Siklus peredaran darah jantung terdiri dari dua periode yaitu periode sistol dan periode diastol. Pada periode sistol jantung akan mengalami kontraksi untuk mengosongkan isi jantung dan mengalirkan darah, sedangkan pada periode diastol, jantung melakukan relaksasi untk mengisi jantung kembali dengan darah. Proses itu terjadi dengan dangat cepat sekali. Bilik dan serambi mengalami priode sistol dan diastol secara bergantian. Periode sistol pada jantung terjadi akibat mekanisme listrik jantung atau akibat eksitasi yang menyebar ke seluruh jantung. Sedangkan periode diastol akan terjadi setelah ada tahapan relaksasi pada jantung.

Sistol pada jantung berguna untuk memompa darah, proses ini di cetuskan membran- membran yang ada pada otot jantung dengan menyebarkan potensial aksi. Kontraksi jantung ditandai dengan denyutan, hal ini karena jantung memiliki aliran listrik yang berasal dari jantung itu sendiri. Baca: Pengertian Koagulasi dan Fibrinogen

Saturday, 14 November 2015

Perbedaan Pembuluh Nadi dan Pembuluh Balik - pembuluh nadi merupakan pembuluh yang ada di dalam tubuh manusia, berguna untuk mengalirkan darah yang mengandung banyak oksigen, sedangkan perbedaan pembuluh balik, adalah pembuluh yang mengalirkan darah yang mengandung karbondioksida. Pembuluh nadi dan pembuluh balik memilki perbedaan fungsi pada masing-masing pembuluh.

Berikut penjelasan tentang perbedaan pembuluh nadi dan pembuluh balik:

1. Pembuluh nadi

Pembuluh nadi sering disebut sebagai arteri. Arteri memiliki dinding yang tebal, dinding-ding arteri terdiri dari 3 lapis, dinding pertama merupakan dinding luar yang bersifat elastis, dingsing kedua berbentuk otot-otong yang menyeliputi arteri, dinding ketiga adalah dinding dalam arteri, bentuknya tipis dan halus. Dinding ini berfungsi dalam membantu mengalirkan darah dalam tekanan yang tinggi. Otot yang menyeliputi arteri membantu mendorong darah agar tetap berjalan dengan kecepatan tinggi, karena otot ini akan membuat denyutan yang membantu proses pendorongan. Arteri berada didalam tubuh, lebih dalam di bandingkan dengan pembuluh balik. Pangkal arteri di sebut dengan oarta, pangkal ini dimulai dari bilik kiri jantung. Saat darah yang mengandung oksigen telah keluar dari bilik kiri, oarta akan menyalurkan darah ini kedua cabang, yaitu cabang atas yang diterima oleh arteri subklafika dan arteri karotid serta cabang bawah yang diterima oleh arteri hepar, arteri mesentri, arteri renal dan arteri femur. Jalur utama ini memiliki cabang –cabang kecil yang disebut dengan arteriol yang terhubung pada pembuluh kapiler. Baca Juga: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Ciri-Ciri Pembuluh Nadi

2. Pembuluh balik
Pembuluh balik sering dikenal dengan vena. Pembuluh ini memiliki dinding yang lebih tipis dibandingkan arteri, apabila arteri memiliki otot-otot yang menyelimuti dindingnya, vena tidak memiliki otot-otot tersebut. Dinding vena hanya terdiri satu lapis saja, namun ukurannya lebih lebar dibandingkan arteri, hal ini membuat darah berjalan lambat saat mengalir pada pembuluh ini. Karena tidak memiliki otot yang dapat mendorong darah berjalan maju, darah pada vena dapat saja kembali menjauhi jantung, untuk mencegah hal ini terjadi vena memiliki katup sepanjang pembuluhnya yang dapat membantu darah mencapai jantung. Vena memiliki tekanan darah yang rendah yang membuatnya berjalan lambat, hal ini membuat vena tidak akan terasa denyutannya. Letak vena berada di bawah permukaan kulit, bagi sebagian orang vena dapat terlihat dari permukaan kulit, warnanya agak kebiru-biruan.

Vena menerima darah yang mengandung karbondioksida dan mengalirkannya ke jantung. Pada bagian bawah darah yang mengandung karbondioksida akan dibawa oleh vena remur, vena renal, vena portal hepar dan vena hepar. Untuk bagian atas tubuh, darah yang mengandung karbondioksida akan dibawa oleh vena jagulum dan vena subklavika. Vena bagian bawah dan vena bagian atas akan bertemu di pembuluh vena cava untuk dialirkan ke jantung melewati serambi kanan dan dialirkan ke bilik kanan untuk akhirnya akan dikirim ke paru-paru melalui arteri pulmonari. Baca: Proses pembentukan dan pembekuan darah pada manusia

Thursday, 12 November 2015

Penyakit pada Sistem Peredaran Darah Manusia - Sistem peredaran darah merupakan sebuah usaha yang dilakukan tubuh untuk bertahan hidup, apabila sistem peredaran darah mengalami masalah atau kelainan, hal ini akan berdampak pada kesehatan tubuh. 

Inilah beberapa penyakit pada sistem peredaran darah manusia:

1. Penyakit Polisitemia

Munculnya penyakit polisetemia ditandai dengan produksi sel darah merah yang berlebihan, akibatnya terjadi pengentalan dalam darah sehingga membuat darah yang berjalan pada arteri menjadi lambat, hal ini dapat memicu penggumpalan darah yang menyebabkan jaringan dapat mati karena tidak dapat berfungsi dengan baik. Indikasi penyakit polisetemia adalah sakit pada area kepala dan pusing.

2. Penyakit Talasemia

Bila pada polisitemia sel darah merah terlalu kuat pengaruhnya, pada penyakit talasemia, sel darah merah mudah sekali rapuh. Jadi, sebelum sel darah merah memproduksi sel baru, sel darah merah yang lama sudah rapuh, akibatnya pasokan sel darah merah akan kurang, sehingga kadar oksigen yang diperlukan juga akan terhambat.

3. Penyakit Anemia

Penyakit anemia bukan dikarenakan rusaknya sel darah merah seperti ada talasemia, namun pada penyakit ini sel darah merah memang sedikit jumlahnya. Hal ini karena tubuh kekurangan bahan atau zat-zat tertentu dalam memproses pembentukan sel darah merah.

4. Penyekit Leukemia
Penyakit leukimia disebabkan karena tubuh memproduksi sel darah putih secara berlebihan. Sel darah putih berguna sebagai pelindung tubuh untuk melawan penyakit, namun apabila sel ini terlalu berlebihan, bukannya melindungi tubuh dari penyakit, sel akan menyerang tubuh atau sel-sel lain, seperti sel darah merah.

5. Penyakit Agranulositosis
Berbeda dengan leukimia, penyakit Agranulositosis diakibatkan karena sel darah putih tidak bekerja dengan baik, sehingga tubuh tidak dapat melawan bakteri, virus dan bakal-bakal penyakit yang menyerang.

6. Penyakit Trombositopenia
Penyakit Trombositopenia disebabkan karena darah mengandung keping darah dalam jumlah yang sedikit

7. Penyakit Hemofilia
Penyekit hemofilia adalah penyakit yang ditandai dengan darah sukar membeku. Penyakit ini juga berhubungan dengan keping darah yang tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

8. Penyekit Fibrilasi Atrium
Penyekit Fibrilasi atrium disebabkan oleh atrium yang berdenyut tidak beraturan dan sangat cepat.

9. Penyakit Varises
Penyakit varises dikarenakan ada pelebaran pada vena

10. Penyakit Hipertensi
Penyakit Hipertensi terjadi karena tekanan darah seseorang berada diatas normal, sehingga dapat berakibat pecahnya arteri dan pembuluh kapiler.

11. Penyakit Hipotensi
Penyakit Hipotensi merupakan kebalikan dari hipertensi, jadi tekanan seseorang berada dibawah normal.

12. Penyakit Hemorage
Penyakit Hemorage terjadi karena arteri atau vena mengalami pendarahan.

13. Penyakit Flebitis
Penyakit Flebitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh peradangan pada vena, hal ini dapat disebabkan oleh abses yang ada di luar pembuluh darah.

Itulah beberapa penyakit pada sistem peredaran darah manusia yang dapat dijelaskan pada artikel ini, semoga bermanfaat.

Tuesday, 10 November 2015

Pengertian Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik - Karya sastra merupakan suatu karang dibuat oleh seseorang secara khusus dengan mengunana bahasa yang indah. Dalam membuat suatu karya sastra, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah segi unsurnya. Dari segi unsur, karya sastra memiliki 2 unsur yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.

Pengertian unsur intrinsik adalah unsur yang terkandung di dalam suatu karya sastra, terdri dari:

1. Tema serta amanat karya sastra

Dalam membuat karya sastra kita harus terlebih dahulu menentukan tema, hal ini untuk membantu penulis agar tidak keluar dari jalur dan pembahasan didak terlalu luas. Tema terdiri dari tema mayor dan tema minor, tema mayor merupakan tema utama yang sangat ditekankan dalam membuat karya sastra, sedangkan tema minor adalah tema latar yang dapat melengkapi tema mayor.

Sedangkan amanat dalam suatu karya sastra merupakan pesan positif yang terkandung dalam karya sastra yang diciptakan. Amanat dapat disebut dengan makna, jadi setiap karya sastra pasti memiliki makna yang terkandung. Makna terdiri dari makna niatan yang merupakan makna murni dari penulis serta makna muatan merupakan makna yang ada di dalam karya sastra tersebut.

2. Tokoh serta penokohan karya sastra

Tokoh dalam karya sastra merupakan subjek yang dibuat dalam karya sastra, biasanya penulis akan menciptakan satu tokoh utama dan beberapa tokoh pembantu. Tokoh di dalam karya sastra pada dasarnya dibagi menjadi 2 kelompok besar, yaitu tokoh datar dan tokoh bulat. Tokoh datar biasanya hanya di tonjol satu sisi saja, jadi penulis akan membuat tokoh tersebut memiliki 1 sifat dasar, misalnya, tokoh memiliki sifat, introvert dan ekstrofert atau antagonis dan protagonis, tergantung bagaimana penulis menciptakannya.

Penokohan sendiri merupakan suatu teknik yang dibuat penulis untuk menampilkan tokoh melalui watak yang dibuat. Ada beberapa cara misalkancara analitik yang merupakan penokohan langsung dari pengarang,cara dramatik yang merupakan penokohan yang dibuat dari penilaian tokoh tentang karya sastra serta dialog yang merupakan percakan yang dibuat antar tokoh dan monolog yang percakapan dibuat seseorang didalam batin.

3. Alur dan Pengaluran karya sastra

Alur dalam suatu karya sastra dapat disebut dnegan plot yang merupakan serangkaian kejadian yang mempunyai hubungan sebab-akibat sehingga menjadi suatu peristiwa yang utuh. Alur terdiri dari alur awal, alur tikaian, alur gawatan, alur puncak, alur leraian. Dan alur akhir yang merupakan puncak cerita.

Sedangkan pengaluran adalah teknik yang dipakai penulis untuk menampilkan alur. Pengaluran dapat dibedakan menjadi pengaluran erat yang didalam alur ini tidak ada percabangan dalam ceritanya dan pengaluran longgar yang didalam alur ini dapat memungkinkan terjadi percabangan dalam ceritanya. Pengaluran juga dapat dibedakan menurt kualitasnya, yang terdiri dari pengaluran tunggal yang merupakan karya sastra yang hanya memiliki satu alur, sedangkan pengaluran ganda adalah karya sastra yang memiliki beberapa alur atau lebih dari satu. Karya sastra dilihat dari urutan waktunya ada alur yang waktunya lurus yang memiliki cerita yang urut ke depan, dan alur tidak lurus yang memiliki cerita tidak urut misalkan waktu yang maju mundur.

4. Latar serta pelataran karya sastra

Latar dalam karya sastra disebut seting cerita, yaitu setting tempat dan setting waktu. Dalam latar ada latar material yang merupakan lukisan yang memiliki latar natural atau alami, serta latar sosial yang merupakan lukisan tentang tingkah laku manusia. Pelataran adalah tekhnik penampilkan latar dalam sebuah karya sastra

5. Pusat pengisahan karya sastra karya sastra

Pusat pengisahan karya sastraadalah kisah yang diceritakan oleh pencerita. Pusat pengisahan tergantung bagaimana penyajian cerita, namun biasanya pusat pengisahan karya sastra memiliki dua pusat pengisahan, yaitu pengisahan yang membuat penceritanya sebagai pelaku utama, atau pusat pengisahan yang membuat pencerita sebagai orang ketiga atau pengamat cerita.

Pengertian unsur ekstrinsik adalah unsur yang berada diluar karya sastra yang dapat dijadikan pembentuk sebuah karya sastra. Jadi penulis membuat tinjauan lain yang dapat mendung terbuatnya suatu karya sastra, misalnya, pengetahuan tentang psikologi, sosiologi, filsafat dan ilmu lainnya yang dapat mendukung pembuatan suatu karya satra.

Sunday, 8 November 2015

Pengertian, fungsi, jenis, dan ciri-ciri pembuluh nadi - pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang pembuluh nadi secara detail, seperti mengenai Pengertian pembuluh nadi , fungsi pembuluh nadi, jenis pembuluh nadi, serta ciri-ciri pembuluh nadi.

Pembuluh nadi merupakan salah satu pembuluh dari sekian macam pembuluh yang ada di tubuh manusia yang memiliki peranna penting, karen fungsinya sebagai pengankut oksigen. Pembuluh nadi sering di sebut dengan arteri. Tempat pembuluh ini berada lebbih dalam dibandingkan arteri lainnya. Pembuluh nadi memiliki 3 lapisan pada bagiannya. Salah satu bagiannya terdiri dari sekumpulan otot yang berada sepanjang saluranini, hal ini karen apembuluh nadi memiliki tugas yang lumayan berat yaitu mengalirkan darah dalam tekanan yang sanga tinggi dan kuat, karena tugasnya ini pembuluh nadi diciptakan lebih kuat dibandingkan pembuluh lainnya.

Pembuluh nadi memiliki dinding yang cukup tebal. Otot yang berada di sepanjang pembuluh ini membantu darah utuk tetap mengalir dalam tekanna tinggi, karena itu otot ini membuat denyutan pada pembuluh, hal ini sebagai usaha agar darah tetap berjalan ke depan. Dan menjalankan tugasnya dengan baik. Darah pada pembuluh ini berjalan dengan sangat cepat sekali, maka dari itu misalkan pembuluh ini mengalami pendarahan, darah akan sangat keluar dengan deras dan memancar akibat tekanannya.

Fungsi pembuluh nadi diantaranya adalah sebagai saluran darah yang mengandung oksigen agar dapat mengalir dengan lancar dan dapat mendistribusikan zat penting untuk tubuh, pembuluh nadi sebagai alat penghantar berbagai zat dab berbagai nutrisi untuk organ-organ tubuh, pembuluh nadi membantu tubuh untuk bertahan hidup dan selalu sehat.

Jenis-jenis pembuluh nadi terdiri dari a. arteri pulmonalis yang berguna menghantarkan darah berkarbondioksida yang berasal dari bilik kanan b. Oarta yaitu arteri yang terletak pada pangkal bilik kiri, merupakan pembuluh awal yang menerima darah yang berasal dari jantung, pembuluh ini juga merupaknan pembuluh nadi terbesar dari pada pembuluh nadi yang lain c. Pembuluh nadi sistemik yang terdiri dari Pembuluh nadi karotid, Pembuluh nadi subklavika, Pembuluh nadi hepar, Pembuluh nadi mesenteri, Pembuluh nadi renal serta Pembuluh nadi femur, fungsinya dalah menghantarkan darah beroksigen pada arteriol d. Arteriol merupakan pembuluh nadi yang mengubungkan pembuluh nadi sistemik dengan pembuluh.

Ciri ciri pembuluh nadi manusia diantaranya adalah a. Pembuluh nadi dapat dirasakan di beberapa bagian tubuh seperti pada bagian pergelangan tangan dan pangkal leher b. Pembuluh nadi letaknya agak ke dalam di bandingkan pembuluh lain c. pembuluh darah memiliki dinding tebal yang terdiri dari 3 lapis, sehingga menjadikannya kuat. Dinding pembuluh ini juga bersifat elastis d. Pembuluh darah memiliki tekanan tinggi pada darah yang mengalir pada pembuluh ini.

Friday, 6 November 2015

Kerajaan Budha di Indonesia - Agama budha merupakan salah satu agama yang berasal dari India, masuknya agama Budha ke Indonesia hampir bersamaan waktunya dengan agama Hindu. Agama Budha mendahului terlebih dahulu dari pada agama Hindu, namun persebarannya lebih agama Hindu, hal ini terlihat dari banyaknya keberadaan kerajaan Hindu di Indonesia daripada agam Budha di Indonesia . berikut beberapa kerajaan Budha di Indonesia:
  • Kerajaan Budha Kalinga
Kerajaan Budha Kalinga dibangun pada abad 6 M tepatnya di Jawa Tengah, Kerajaan Budha Kalinga dipimpin seorang ratu yang dikenal dengan Ratu Shima. Kerajaan Budha Kalinga meninggalkan beberapa prasasti seperti prasasti Tuk Mas yang pada saat itu didapatkan dari lereng Gunung Merbabu di desa Dakawu, Jawa Tengah.
  • Kerajaan Budha Sriwijaya
Kerajaan Budha Sriwijaya dibangun pada abad 7 M oleh seorang raja bernama Pertaman Sri Jayanegara. Kerajaan Budha Sriwijaya berpusat di daerah Palembang, SumSel. Pada saat pemerintahan Raja Balaputradewa Kerajaan Budha Sriwijaya mengalami masa keemasan. Raja Balaputradewa sendiri merupakan putra mahkota Sumaratunggayang berasal dari Jawa. Pada saat pemerintahan Raja Balaputradewa, Kerajaan Budha Sriwijaya mengusai seluruh daerah Sumatra, Kalbar, Semenanjung Melayu serta Jawa Barat. Maka dari itu Kerajaan Budha Sriwijaya mendapat sebutan Kerajaan Nusantara. Kerajaan Budha Sriwijayameninggalkan beberapa sejarah, diantaranya: dua candi yang terdiri dari Candi Muara Takus dan Candi Biara Bakal, beberapa Prasasti diantaranya: Prasati Kedukan Bukit, Prasati Telaga Batu, Prasasti Karang Berahi, Prasati talang Tuo, Prasasti Kota Kapur. Baca: Kerajaan Budha Tertua yang Ada di Indonesia
  • Kerajaan Budha Mataram 
Kerajaan Budha Mataram merupakan kerjaaan yang pada awalnya adalah kerajaan Hindu, namun saat kerajaaan ini jatuh ketangan Dinasti Syailendra, kerajaan Mataram menjadi Kerajaan Budha Mataram. Kerajaan Budha Mataram meninggalkan beberapa sejarah, diantaranya: beberapa candi yang terdiri dari: Candi Kalasan di Jawa Tengah, Candi Sewu di Jawa Tengah, Candi Borobudur di Jawa tengah, Candi Plaosan di Jawa Tengah serta Candi Mendut di Jawa Tengah. Dan peninggalan sejarah berupa beberapa Prasasti, Prasasti-Prasasti tersebuat antara lain:
  • Prasasti Kalasan dibuat pada abad 778 Masehi, prasasti ini berisi tentang kisah seoarang raja berasal dari Dinasti Sanjaya yang berhasil membuat Raja Rakai Panaangkaran untuk membangun sebuah tempat suci untuk Dewi Tara serta membangun wihara yang diperuntukkan untuk para biksu yang berada di Kalasan.
  • Prasasti Ratu Boko yang dibuat pada abad 856 Masehi, prasasti ini berisi tentang kekalahan Raja Balaputradewa pada perang yang melawan kakak iparnya sendiri yaitu Raja Rakai Pikatan.
  • Prasasti Sojomerto, prasasti ini berisi tentang hikayat yang menceritakan seseorang bernama Raja Syailendra, yang menganut agama Budha.
  • Prasasti Sangkhara, prasasti ini berisi tentang Raja Hakai Panangkaran yang awalnya beragama Hindu dan berpindah keyakinan pada Buddha.
  • Prasasti Kluraj dibuat pada abad 782 Masehi, prasasti ini berisi tentang pembuatan arca yang diberi nama arca Manjusri, arca ini merupakan perwujudan dari Buddha Wisnu, dan Sanggha yang menyerupai dengan Trimurti yaitu, dewa Brahmana, dewa Wisnu serta dewa Siwa.
Itulah beberapa penjelasan tentang kerajaan Budha di Indonesia beserta peninggalannya, semoga bermanfaat. Baca: Kerajaan di Indonesia
Macam - Macam Pembuluh Darah - pembuluh darah merupakan saluran tempat darah mengalir. Menurut alirannya, pembuluh darah dibedakan menjadi dua, yaitu pembuluh nadi dan pembuluh balik. Pembuluh nadi merupakan saluran darah dari jantung ke seluruh tubuh. Sedangkan pembuluh balik merupakan salurah darah dari seluruh tubuh menuju jantung.

Berikut penjelasan tentang macam-macam pembuluh darah:

1. Pembuluh nadi

Pembuluh nadi adalah pembuluh yamng membawa darah dari jantung ke seluruh bagian tubuh. Pembuluh nadi utama menyatu pada bilik kanan dan kiri jantung, pembuluh ini disebut oarta. Oarta pada bilik kiri akan mengalirkan darah yang mengandung oksigen. Setelah dari oarta, darah akan mengalir pada pembuluh nadi besar.

Arteri berada dibawah kulit agak ke dalam serta memiliki lapisan tebal. Denyutan pada pembuluh nadi akan terasa pada daerah tertentu. Seperti pergelangan tangan dan leher bagian atas. Oarta pada bilik kanan disebut pulmonalis. Pulmonalis akan bercabang menjadi dua bagian, yaitu pembuluh yang menyatu pada paru kanan dan paru kiri.

2. Pembuluh balik

Pembuluh balik merupakan tempat mengalirnya darah yang mengandung karbondioksida. Pembuluh balik memiliki lapisan yang lebih tipis daripada pembuluh nadi karena darah mengalir lambat pada pembuluh ini. Pembuluh balik letaknya berada di bawah permukaan kulit dan denyutannya tidak terasa. Pembuluh balik terdiri dari pembuluh balik besar serta pembuluh balik paru. Pembuluh balik besar merupakan tempat mengalirnya darah yang mengandung karbondioksida dan mengalirkannya ke jantung sebelah kanan, yakni serambi kanan dan bilik kanan. sedangkan pembuluh balik paru merupakan tempat masuk darah yang mengandung oksigen dari paru ke jantung.

Pembuluh balik besar terdiri dari pembuluh balik besar atas dan pembuluh balik besar bawah. Pembuluh balik besar atas berguna untuk membawa darah yang mengandung karbondioksida pada bagian atas tubuh, seperti kepala, leher dan tangan. Sedangkan pembuluh balik besar bawah berguna untuk membawa darah yang mengandung karbondioksida pada bagian bawah tubuh, seperti kaki dan organ-organ lain.

Pembuluh balik besar memiliki cabang lagi yang bernama vena, pembuluh ini memiliki ukuran lebih kecil dari pada pembuluh balik besar. Pembuluh balik yang memiliki ukuran paling kecil bernama venule.

Pembuluh balik yang menghubungkan paru-paru dengan jantung disebut vena pulmonalis. Pembuluh ini ada di bagian kanan dan kiri jantung yang menghubungkan pada paru kiri dan paru kanan. Pembuluh ini berguna untuk mengalirkan darah yang mengandung oksigen dari paru-paru ke serambi kiri dan menuju bilik kiri.

3. Pembuluh kapiler

Pembuluh kapiler merupakan pembuluh yang menghubungkan antara pembuluh nadi terkecil dan pembuluh balik terkecil. Pembuluh kapiler memiliki dinding yang tipis dan halus, ukurannya sekitar 7,5 mikron.

Itulah beberapa penjelasan tentang macam-macam pembuluh darah, semoga bermanfaat.

Wednesday, 4 November 2015

Pengertian, fungsi, jenis, ciri-ciri pembuluh balik vena - pengertian Pembuluh balik vena merupakan salah satu pembuluh darah yang tugasnya membawa darah ke jantung. Darah yang akan di bawa oleh pembuluh balik vena merupakan darah yang bersal dari kapiler yang ada di dalam jaringan tubuh untuk kembali kepada jantung. Pembuluh balik vena bentuknya tidak elastis, dan ukurannya lebih kecil dari pembuluh nadi serta memiliki dinding yang lebih tipis. Pada saat darah kembali ke jantung, pembuluh balik vena akan medapat tekanan. Tekanan ini terkadang dapat membuat darah yang tadinya menuju jantung akan kembali lagi menjauh dari jantung, maka dari itu untuk mencegah hal tersebut terjadi, pembuluh balik vena mempunyai katup-katup yang jumlahnya banyak, hal ini sebagai upaya agar darah berjalan dengan normal.

Pembuluh balik vena terdiri dari 2 jenis. Jenis pembuluh balik vena yaitu pembuluh balik vena besar bagian atas dan pembuluh balik vena besar bagan bawah. Pembuluh balik vena besar bagian atas memiliki tugas untuk menerima dan mengangkut darah dari bagian atas tubuh manusia. Sedangkan pembuluh balik vena besar bagian bawah fungsinya untuk menerima dan mengankut darah bada bagian dari tengah ke bagian bawah tubuh manusia.

Pembuluh balik vena beraa dibawah kulit, namun denyutan pada pembuluh ini tidak terasa karena memiliki tekanan darah yang rendah, hal ini merupakan usaha tubuh agar terhindar dari kehilangan banyak darah saat terjadi luka, karena darah akan hanya menetes sampai darah dapat membeku dan menghentikan pendarahan. Pembuluh balik vena ini dilewati oleh darah yang terkandung karbon dioksida didalamnya.

Jenis pembuluh balik vena ada 4 macam yaitu:

1. Vena Pulmonalis pembuluh vena ini merupakan tempat darah yang mengandung oksigen yang dihirup oleh paru-paru untuk dibawa oleh pembuluh ini menju jantung. Pembuluh vena ini memiliki 2 jenis teridi dari vena pulmonalis bagian kiri dan vena pulmonalis bagian kanan.

2. Vena cava yaitu pembuluh balik vena yang tugasnya membawa darah pada tubuh manusia menuju ke jantung bagian atrium kanan. Jenis vena cava ada 2 yaitu vena cava superior dan interior.

3. Vena Superfisialis merupakan pembuluh balik vena cava yang letaknya berada di dibawah kulit.

4. Vena Dalam: merupakan pembuluh darah balik vena yang selal bersisian dengan arteri, tersimpan di selubung pembungkus keduanya.

Ciri-ciri pembuluh balik vena diantaranya: pembuluh balik vena memiliki dinding-dinding yang tipis dibandingkan dengan pembuluh nadi, pembuluh balik vena merupakan pembuluh yang tidak memiliki elastisitas, pembuluh balik vena memiliki diameter yang lebih lebar dari diameter pembuluh nadi, pembuluh balik vena terletak di bawah kulit atau permukaan tubuh, pembuluh balik vena memiliki warna kebiru-biruan, pembuluh balik vena memiliki ukuran kira-kira 1,5 cm, pembuluh balik vena memiliki kandungan karbondioksida yang tinggi.

Tuesday, 3 November 2015

Gangguan Pada Sistem Peredaran Darah - sistem peredaran darah memiliki banyak fungsi salah satunya adalah mengangkut oksigen dan karbon dioksida yang sangat berguna bagi kesehatan tubuh, apabila sistem ini tidak berjalan dengan baik, akan terjadi beberapa gangguan pada sistem peredaran darah, berikut beberapa jenis gangguan sistem peredaran darah:

1. Anemia

Apabila kandungan homoglobin dalam darah jumlahnya kurang dari normal yaitu kurang dari 5,3 juta, hal tersebut akan memicu terjadinya gangguan pada sistem peredaran darah yang biasa disebut dengan anemia. Anemia terjadi karena kekurangan sel darah merah sehingga tubuh seseorang akan menjadi lemas. Sel darah merah berguna dalam mengikat oksigen untuk dibawa dari jantung dan diedarkan keseluruh tubuh.

2. Polisetemia
Namun kelebihan sel darah merah juga sangat berbahaya dan dapat menganggu sistem peredaran darah. Saat sel darah merah terlalu berlebihan, hal tersebut akan memicu terjadinya pengentalan darah, dan akan membuan aliran darah menjadi lambat dan terganggu. Kondisi ini biasa disebut dengan polisetemia. Polisetemia dapat menyebabkan kematian.

3. Leukemia
Darah terdiri dari beberapa sel, salah satunya adalah sel darah putih, keberadaran sel ini harus tetap dalam keadaan normal. Apabila pertumbuhan sel darah putih tidak normal akan menyebabkan gangguan peredaran darah yang disebut dengan leukimia. Apabila sel darah putih terlalu banyak jumlahnya, hal ini akan mengancam keberadaan sel darah merah.

4. Hemofilia
Keping darah berfungsi membantu pembekuan darah saat terjadi pendarahan akibat luka, namun apabila pembekuan darah tidak dapat dilakukan, akibatnya pendarahan yang terjadi akan susah dihentikan. Gangguan ini disebut hemofilia. Biasanya gangguan ini diderita karena keturunan. Jadi orang tua yang menderita gangguan ini, anaknya lebih beresiko akan menderita gangguan darah yang sama.

5. Embolisme Koroner
Embolisme koroner adalah salah satu gangguan yang terjadi di arteri koroner, apabila pada jaringan ini (arteri koroner) terjadi gangguan, akan terjadi pembekuan pada darah yang akan mengakibatkan terganggunya sistem peredaran darah.

6. Trombositopenia
Saat trombosit jumlahnya kurang dari normal, hal tersebut akan memicu gangguan yang disebut trombositopenia. Gangguan ini akan akan memicu pendarahan yang asalnya dari kapiler kecil dalam sistem peredaran darah.

7. Hipertensi
Kita seringkali melakukan tensi saat pergi ke dokter. Fungsiya adalah untuk mengetahui tekanan darah kita. Apabila tekanan pada darah diatas normal yaitu sekitar 120, akan mengalami gangguan pada fungsi tubuh lainnya, gangguan ini disebut hipertensi. Hipertensi dapat mengganggu kinerja jantung dan menjadi beban pada arteri, arteri dapat pecah apabila bebannya terlalu berat, akhirnya akan terjadi stroke.

8. Hipotensi
Berbalik dengan hipertensi, hipotensi terjadi apabila tekanan darah berada dibawah normal. Hal ini dapat terjadi karena kekurangan mineral dan zat-zat lain. Orang Indonesia lebih mengenalnya dengan sebutan darah rendah.

Artikel lainnya:
Kelainan dan Klasifikasi pada Sistem Peredaran Darah Manusia

Monday, 2 November 2015

Kelainan dan klasifikasi pada sistem peredaran darah manusia - sistem peredaran darah pada manusia sangat rentan sekali terhadap serangan kerusakan yang dapat mengakibatkan terjadi kelainan pada sistem ini Kelainan pada sistem peredaran darah manusia dapat di klasifikasikan menjadi dua kelompok bagian besar, berikut penjelasan klasifikasi pada sisitem peredaran darah pada manusia.

1. Klasifikasi Faktor Keturunan

Klasifikasi faktor keturunan dihasilkan oleh genetik, jadi orang tua yang memiliki riwayat kelainan ini menurunkan kepada anaknya. Berikut beberapa kelainan pada sistem peredaran darah manusia dilihat dari klasifikasi faktor keturunan:

a. Hemofilia

Normalnya orang yang mengalami suatu pendarahan akibat luka akan cepat membeku darahnya, hal ini merupakan reaksi spontan tubuh untuk menghindari kehilangan banyak darah yang dapat membahayakan tubuh. Untuk seseorang yang mengidap hemofilia, reaksi spontan ini tidak dapat terjadi. Akhirnya pendarahan tadi sukar untuk membeku atau bahkan tidak dapat membeku sama sekali.

b. Thalassemia

Bentuk sel darah merah pada orang normal yaitu seperti bulan sabit. Bentuknya tidak pernah berubah dan tidak bergerak. Namun pada pengidap thalasemia, sel darah merahnya memiliki bentuk yang tidak teratur. Sehingga sel darah merah tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

c. Anemia

Seseorang yang memiliki jumlah sel darah merah kurang dari normal, akan merasakan kelainan pada sistem peredaran darahnya. Tubuhnya akan mudah sekali pusing dan lemas, hal ini di karenakan tubuh kekurangan oksigen, karena jumlah sel yang mengikat oksigen sangat sedikit. Kelainan ini dapat diturunkan oleh ibu hamil ke anaknya.

2. Klasifikasi Faktor fisiologis

Kelainan sistem peredaran darah manusia ini akibat serangan dari luar tubuh. Kelainan ini dapat terjadi karen aserangan bakteri atau virus, serta dapat juga diakibatkan oleh kekurangan zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Berikut beberapa kelainan pada sisitem peredaran darah manusia dilihat dari klasifikasi faktor non keturunan:

a. Anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi

Gejalanya sama dengan anemia yang disebabkan oleh faktor keturunan, kelainan ini menyebabkan orang mudah lemas dan merasa pusing. Namun anemia pada jenis ini bukan karena keturunan melainkan disebabkan oleh kekurangan nutrisi yang dapat membantu pembentukan sel darah merah atau disebabkan oleh pengrusakan darah merah terlalu cepat akibat penyakit, misalnya karena penyakit demam berdarah. Macam-macam anemia:
  • Anemia pernisiosa
Anemia ini merupakan kelainan karena tubuh tidak mampu menyerap vit B12 dengan baik.
  • Aneurisma
Kelainan ini dikarenakan dinding otot yang lemah dan terjadi pelebaran pada pembuluh arteri.
  • Elefantiasis
Kelainan ini terjadi karena aliran limfa tersumbat, dapat terjadi akibat infeksi.

b. Hipertensi

Saat tekanan darah diatas normal, yaitu sekitar 140/110 keatas. Hal ini dapat mengganggu sistem peredaran darah dan kinerja jantung.

c. Hipotensi

Saat tekanan darah dibawah normal, yaitu sekitar 100/70 kebawah.

d. Leukemia

Kelainan yang terjadi akibat pertumbuhan sel darah putih yang tidak terkendali, yang dapat mengancam keberadaan sel darah merah.

e. Jantung koroner

Saat lemak darah terlalu banyak, hal tersebut dapat memicu terganggunya sistem peredaran darah karena dapat mengganggu kinerja jantung.

Artikel lainnya:
Gangguan Pada Sistem Peredaran Darah

Sunday, 1 November 2015

Macam - Macam Norma
Macam - Macam Norma dan Contohnya - norma memilih macam-macam bentuk yang setiap macamnya memiliki arti dan sifat yang berbeda dan menimbulkan efek yang berbeda-beda. Namun satiap norma miliki hubungan antara norma yang satu dengan norma yang lainnya yang dapat saling mempengaruhi. Berikut macam-macam norma dan contohnya:

1. Norma Keagamaan

Norma keagamaan merupakan peraturan yang sumbernya berdasarkan dari perintah Tuhan. Bagi orang yang percaya agama, perintah Tuhannya merupakan landasan dalam berperilaku. Norma keagamaan tidak hanya mengatur tentang hubungan antar manusia tetapi juga mengatur hubungan antara manusia dengan tuhannya dan manusia dengan lingkungannya serta dengan makhluk lainnya. Intinya didalam norma keagaamaan tidak hanya mengatur tentang masalah peribadatan seperti solat dan puasa tetapi juga mengatur tentang bagaimana seseorang hidup bersosial dengan sekitarnya. contoh berbohong, menipu, mencuri itu perbuatan yang dilarang dan apabila dilanggar dosa. Anak harus hormat kepada orang tuanya karena ridho Allah terletak di ridho orang tuanya. Bagi orang yang melanggar norma keagaaman akan mendapat dosa dan disiksa di akhirat saat mati nanti. Akan tetapi norma keagamaan hanya berlaku bagi orang yang memiliki agama, bagi orang atheis yang tidak mempercayai agama dan adanya Tuhan tidak akan mentaati norma ini karena menurutnya norma ini tidak bermanfaat untuknya.

2. Norma Kesusilaan

Norma kesusilaan ini bersumber dari suara hati dan dijadikan sebagai dasar dalam berberilaku antar sesamanya. Contohnya tidak boleh menyakiti, tidak boleh menikahi anak yang masih dibawah umur, tidak boleh memperkosa, jangan mengambil barang milik orang lain dan lain sebagainya. Bagi yang melanggar norma ini akan mendapatkan sanksi seperti rasa bersalah yang muncul dari hati. Norma ini hanya dapat diikuti oleh kelompok orang susila, bagi orang yang asusila tidak akan mempertimbangkan norma ini.

3. Norma Kesopanan
Norma kesopanan adalah peraturan yang didasarkan pada keinginan atau harapan yang ingin dicapai saat melakukan sosialisasi dengan orang lain, bagi sebagian masyarakat norma ini berlaku demi keselarasan hidup, norma ini merupakan peraturan berperilaku yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan saat melakukan interaksi dengan orang lain. Contonya seperti seseorang yang lebih muda harus menghormati yang lebih tua, tidak boleh buang angin ditempat umum, tidak boleh telanjang di depan orang lain. Norma kesopanan hanya berlaku bagi sebagian orang yang menganggap norma tersebut penting. Misalkan dijawa memakai pakaian yang terbuka adalah sesuatu yang tabu, hal ini berbeda dengan kondisi di papua pedalaman yang sebagian masyarakatnya hanya sebagian saja yang memakai pakaian.

4. Norma Kebiasaan

Norma kebiasaan diadakan berdasar tingkah laku yang dilakukan oleh sebagian besar orang dan dilakukan berulang-ulang yang dirasa perilaku ini baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Contohnya seperti makan harus duduk, mengunci pintu rumah saat malam hari dan lain sebagainya.

Keempat norma diatas saja terasa kurang lengkap karena sanksiny hanya berlaku bagi yang mempercayai norma tersebut. Seperti bagi orang yang melanggar norma keagamaan akan mendapat balasan saat meninggal kelak, bagi yang melanggar norma kesusilaan akan mendapatkan sanksi perasaan bersalah sedangkan bagi orang yang melanggar norma kesopanan akan mendapatkan sanksi berupa gunjingan dan pengucilan dari sebagian masyarakat. Sanksi semacam ini tidak mendapat cukup perhatian bagi orang yang tidak menganggap penting norma-norma ini, sehingga dapat mengancam ketentraman hidup orang lain yang percaya norma ini. Maka perlu ada norma yang tegas yang dapat mengcover morma-norma sebelumnya.

5. Norma Hukum

Norma hukum adalah norma atau peraturan yang dibuat oleh pemerintah dan negara. Norma ini bersifat memaksa sehingga menuntut ditaati oleh masyarakat yang mendiami negara tersebut, baik itu orang yang beragama atau atheis, orang susila maupun asusila, orang yang memiliki kesopanan atau tidak semua harus mentaati norma hukum. Apabila tidak mentaati norma ini akan dikenakan sanksi yang cukup tegas. Contohnya orang yang membunuh akan dihukum dengan hukuman penjara minimal 5 tahun penjara dan denda 50 juta. Pada norma hukum ditentukan jenis pelanggarannya dan sanksi yang didapat oleh pelanggarnya.

Itulah penjelasan tentang macam - macam norma dan contohnya, semoga bermanfaat.

Artikel menarik lainnya:
Jenis, tujuan dan fungsi norma
Contoh Norma Sosial dan Kesusilaan
- |