Uang Merah | Forex Mart

Tuesday, 5 January 2016

Peninggalan Islam di Indonesia - Ditemukan beberapa peninggalan islam di indonesia diantaranya:

- Batu nisan yang bertuliskan nama Sultan Malik Al-Saleh. Nisan ini bertuliskan juga tahun 1297 Masehi. Seperti yang kita ketahui bahwa Sultan Malik Al-Saleh merupakan Raja pertama dari kerajaan Samodera Pasai.

- Makam dari raja Maulana Malik Ibrahim yang terdapat di Gresik

- Makam dari raja-raja Gowa–Tallo yang terdapat di Makassar

- Catatan seorang pengelana yang bersal dari Venesia, yaitu Marco Polo, catatan tersebut bertuliskan penduduk Perlak sudah memeluk islam pada tahun 1292 Masehi.

- Catatan dari sorang musafir yang berasal dari Tunisia bernama Ibnu Batutah. Catatan tersebut berisi agama islam berkembang di Pasai. Baca: Pendiri Kerajaan Samudra Pasai

- Masjid dibuat untuk tempat ibadah sekaligus center kegiatan keagamaan umat islam, masjid-masjid peninggalan kerajaan islam antara lain:
  1. Masjid Agung Demak, masjid ini adalah peninggalan dari sebuah kerajaan demak yang didirikan oleh Walisanga. 
  2. Masjid Baiturrahman, masjid ini adalah masjid peninggalan dari kerajaan Aceh yang dibangun sekitar tahun 1879 Masehing dan selesai pembangunna pada tahun 1881 Masehi. 
  3. Masjid Agung Banten, masjid ini merupakan peninggalan dari kerajaan Banten yng dibangun oleh Sultan Ageng Tirtayasa.
  4. Masjid Agung Kudus yang dibangun oleh Sunan Kudus. 
- Keraton dibangun sebagai tempat tinggal raja dan ratu beserta keluarganya, keraton juga dibuat untuk pusat kegiatan yang berhubungan dengan kerajaan. Berikut beberapa keratong peninggalan islam di Indonesia:
  1. Keraton kasunanan Surakarta yang berada Surakarta profinsi Jawa Tengah. 
  2. Kasultanaan Jogjakarta yang berada di D.I Yogyakarta 
  3. Kasepuhan dan Kanoman Cirebon yang berada di kota cirebon profinsi Jawa Barat
  4. Kasultanan Ternate yang berada di Ternate, Maluku Utara.
  5. Kasultanan Deli yang berada di Sumatra Utara.
- Seni Ukir yang merupakan kesenian berupa gambar dan lukisan yang dilakukan diatas kayu, logam dan batu untuk menghasilkan sebuah karya. Peninggalan kerajaan islam yang berbentuk seni ukir diantaranya: 
  1. Seni ukir yang ada di Masjid Mantingan Kota Jepara
  2. Ukiran pada mam di Madura
  3. Ukiran kayu di kota Cirebon
  4. Ukiran yang terdapat di gapura Sunan Pandanaran, kota Klaten. 
  5. Ukiran pada gapura makam Sendang Dhuwur di Tuban,
- Aksara, aksara merupakan rangkaian huruf-huruf yang dipakai sebagian besar orang pada saat itu untuk berkomunikasi, aksara yang ada pada saat itu antara lain: 
  1. Aksara Jawi atau aksara Arab Melayu, merupakan aksara Arab yang terdapat di Sumatra dan Semenanjung Malaka.
  2. Aksara Pegon merupakan aksara Arab yang ditulis dalam bahasa Sunda dan Jawa.
  3. Aksara Arab gundul merupakan aksara Arab yang tidak disertai baris serta harakat.
Selain itu ada peninggalan berupa kaligrafi, seni pertunjukan, tradisi dan budaya, seperti: tari saman, tari zapin,, rebana, qasidah. Upacara adat. Adapula yaitu hikayat, syair, suluk, babad, serta kitab-kitab yang berisi moral, seperti kitab yang ditulis oleh Bukhari al Jauhari. Baca: Kerajaan - Kerajaan Islam di Sulawesi dan Sumatera

Sunday, 3 January 2016

Pendiri Kerajaan Samudra Pasai - Agama masuk ke Indonesia sekitar abad ke 7 masehi, namun persebarannya tidaklah terjadi secara bersamaan. Para pedagang muslim datang ke Indonesia menuju ke berbagai daerah, hal inilah yang membuat penduduk Indonesis mulai mempelajari dan memeluk agama islam. Di daerah Sumatera, pedagang-pedagang islam singgah pertama kali di bagian pesisir Samudera, tak terkecuali Pasai.

Kehadiran agama baru ini, mendapat tanggapan positif dari masyarakat Pasai. Berbagai lapisan masyarakat pasai mulai tertari dan mempelajari agama islam, hingga akhirnya memutuskan untuk memeluk agama islam. Hal ini membuat lasan untuk mendirikan sebuah kerajaan, yang diberi nama kerajaan Samodera Pasai. Baca: Kerajaan Islam Pertama dan Tertua di Indonesia

Selama ini kita mengtahui bahwa pendiri kerajaan samudra pasai adalah Meurah Silu, namun pada kenyataanya pendiri kerajaan samudra pasai adalah seseorang bernama Nizamudin Al-Kamil, yang merupakan laksamana lautan dari Negeri Jiran pada saat kekuasaan Dinasti Fatiamah. Perlu diketahui bahwa Nizamudin Al-Kamil beraliran syiah. Pada awalnya tujuan utamanya mendirikan sebuah kerajaan di Pasai adalah untuk menguasai perdagangan pada sektor Lada, namun ia tewas saaat terjadi ekspansi di daerah sampar.

Keberadaan Nizamudin Al-Kamil merupakan perintah dari dinasti Fatimah, namun saat dinasti tersebut mengalami kerutuhan pada tahun 1284 Masehi, dinasti fatimah digantikan oleh dinasti Mamuluk. Perlu diketahui bahwa dinasti ini bermadzhab Syafi’I. Dinasti ini yang mengambil kuasa atas kerajaan Samodera Pasai, tujuannya adalah untuk menghilangkan ajaran syiah yang ada di masyarakat, tujuan lainnya adalah untuk menguasaai pasar dunia, terutama di bidang rempah-rempahnya. Maka untuk manjalankan niatnya, dua pemuka dinasti Mauluk yaitu Syekh Ismail bersama Fakir Muhammad merebut kerajaan Samodera Pasai. Setelah kerajaan Samodera Pasai jatuh ke tangan dinasti Mamuluk, Syekh Ismail menunjuk Meurah Silu menjadi raja di kerajaan Samodera Pasai setelah masuk islam pastinya. Saat menjadi raja Meurah Silu mendapatkan gelarnya yaitu Malikus Saleh.

Saat kepemimpinnan Meurah Silu kerajaan Samodera Pasai menjadi pusat perdagangan terutama di bidang rempah-rempah dan lada, kerajaan Samodera Pasir juga menjadi pusat penyebaran agama islam bermahzhab Syafi’i. Kerajaan Samodera Pasai juga kedatangan Marco Polo.

Pada mulanya raja Malik Al-Saleh merupakan penganut faham Syiah, namun atas bujukan Syekh Ismail, akhirnya raja tersebut pindah pada islah bermahzab Syafi’i. Raja Meurah Silu mmerintah di kerajaan Samodera Pasai dimulai dari tahun 1285 sampai tahun 1297 Masehi. Setelah beliau wafat, tahta kerajaan diberikan kepada putra mahkota dari raja Meurah Silu yaitu Sultan Malik Al Zahir I. Beliau memeimpin kerajaan Samodera Pasai dari tahun 1297 hingga tahun 1326 Masehi. Pada saat pemerintahan Sultan Malik Al Zahir I inilah kerajaan Samodera Pasai dapat menaklukkan kerajaan islam yang berdiri sebelumnya, yaitu Kerajaan Sultan ahmad laiku dzahir yang mendapatkan gelar Sulthan Malik Al Zahir II. Beliau memimpinn kerajaan Samodera Pasai sejak tahun 1326 Masehi hingga tahun 1348 Masehi. Baca: Kerajaan - Kerajaan Islam di Sulawesi dan Sumatera 

Friday, 1 January 2016

Kerajaan Pertama di Indonesia - Beberapa ahli meyakini bahwa kerajaan pertama di Indonesia bukanlah keraajaan Kutai namun kerajaan Salakanegara. Hal ini dibuktikan dengan isi dari naskah wangsakerta. Pada naskah tersebut dijelaskan bahwa kerajaan Salakanegara didirikan di Jawa Barat pada tahun 130 Masehi, hal ini berarti kerajaan Salakanegara merupakan kerajaan pertama di indonesia. Pendirinya adalah Dewawarman, ia adalah duta bangsawan yang berasal dari Calankanaya. Ia juga merupakan pedagang dari India yang menikah dan menetap di Indonesia. Dewawarman datang ke Indonesia bersama rombongan dari India pada tahun 128 Masehi, pada awalnya kedatangannya membawa misi untuk menyebarkan agama Hindu ke seluruh pelosok dunia, salah satunya Indonesia, maka dari itu Dewawarman membawa beberapa pendeta untuk membantunya dalam misi tersebut.

Kedatangan Dewawarman di Pasundan , Jawa Barat tepatnya di teluk lada membawa pengaruh besar bagi Datu Tirem (pemimpin Teluk Lada) dan juga rakyat Teluk Lada, hal ini dikarenakan Dewawarman dapat membantu mengatasi kesulitan yang dialami rakyat Teluk Lada dan juga berhasil mengusir sekelompok bajak laut yang saat itu menjadi ancaman di selat Sunda. Selain itu Dewawarman juga membantu pemimpin Teluk lada memperbaiki sistem pemerintahan dan sistem lainnya. Baca: Kerajaan - Kerajaan Islam di Sulawesi dan Sumatera

Para pendeta yang ikut bersama Dewawarman dari India, mulai menyebarkan dan mengajarkan agama hindu kepada rakyat Teluk Lada, sehingga sebagian besar rakyat Teluk Lada mulai menganut agama hindu. Keberadaan Dewawarman beserta rombongannya membawa kemakmuran bagi seluruh rakyat Teluk Lada dalam waktu singkat.

Akhirnya Dewawarman menikah dengan Dewi Pwahaci Larasati yang merupakan putri dari pemimpin Teluk Lada l, yaitu Datu Tirem. Begitu pula dengan rombongan yang ikut dengan Dewawarman , mereka semua menikah dengan wanita-wanita Taluk Lada, dan tidak ingin kembali ke negara asalnya.

Ketika Datu Tirem meninggal, kepemimpinan Taluk Lada diberikan kepada Dewawarman. Hingga akhirnya Dewawarman membangun sebuah kerajaan yang bernama Salakanegara yang berarti Negeri Perak pada tahun 130 Masehi. Setelah dinobatkan sebagai raja Dewawaran mendapatkan gelar Prabu Darmalokapala Dewawarman Aji Raksa Gapura Sagara sedangkan Dewi Pwahaci Larasati mendapatkan gelar Dewi Dwani Rahayu.

Saat kepemimpinannya, Dewawarman membentuk balatentara untuk menyatukan seluruh rakyat Teluk Lada bagian utara, selatan, barat, dan timur. Hal ini dilakukan untuk memperluas daerah kepemimpinannya. Hingga akhirnya daerah kekuasaan kerajaan Salakanegara membentang panjang meliputi Selat Sunda, pantai utara pantai selatan, Pelabuhan-pelabuhan di Jawa Barat, Nusa Api, Nusa Mandala, dan pesisir Sumatera selatan. Perahu yang melawati ketiga arus perairan tersebut haris membayar upeti kepada kerajaan Salakanegara.

Untuk mendukung kepemimpinannya, Dewawarman membentuk kerajaan-kerajaan yang kekuasaannya berada dibawah kekuasaan kerajaan Salakanegara. Kerajaan-kerajaan tersebut antara lain: kerajaan Ujung Kulon yang dipimpin oleh Raja Bahadura Harigana Jaya Sakti merupakan adik dari Dewawarman. Pusat kerajaan Ujung Kulon berada di Teluk Penanjung, Kerajaan Tanjung Kidul yang dipimpin oleh raja Sweta Liman Sakti, ia juga merupakan adik dari Dewawarman. Baca: Kerajaan - Kerajaan Hindu Budha di Indonesia 

Wednesday, 30 December 2015

Kerajaan - Kerajaan Islam di Sulawesi dan Sumatera - kerajaan-kerajaan islam di Sulawesi juga mulai bermunculan, hal ini dikarenakan para pedagang yang berdagang di Sulawesi membawa dan menganut agama islam. Kerajaan-kerajaan yang tumbuh diantaranya ada kerajaan Gowa Tallo, kerajaan Bone, kerajaan Wajo, kerajaan Sopeng, dan Kerajaan Buton.

· Kerajaan Gowa Tallo

Kerajaan Gowa Tallo awalnya bukanlah kerajaan islam, setelah menjadi kerajaan bercorak islam, Kerajaan Gowa Tallo memperluas daerah perpolitiknya, diantaranya ada kerajaan Wajo yang ditaklukkan pada 10 Mei 1610, serta kerajaan Bone yang ditaklukkan pada 23 Nopember 1611. Kerajaan ini ditakulukkan agar dapat memeluk islam. Penyebaran islam di Sulawesi semakin mantap karena partisipasi dari muballigh yang disebut Datto Tallu yang bernama yaitu Dato’ Ri Bandang yang memiliki nama asli Abdul Makmur atau Khatib Tunggal, Dato’ Ri Pattimang yang memiliki nama asli Dato’ Sulaemana atau Khatib Sulung, dan yang terakhir ada Dato’ Ri Tiro yang memiliki nama asli Abdul Jawad alias Khatib Bungsu. Ketiga Muballigh inilah yang membuat raja Luwu masuk islam, dan mendapatkan gelar Sultan Muhammad pada tahun 1013 hijriah. Setelah Raja Luwu masuk islam, disusul oleh Raja Gowa Tallo, I Mallingkang Daeng Manyonri pada tanggal 9 Jumadil Awal 1014 H, Selanjutnya yang masuk islam adalah Karaeng Gowa I Manga’rangi Daeng Manrabbiapada tanggal 19 Rajab 1016 H. Baca: Kerajaan Islam Pertama dan Tertua di Indonesia

Sumatera merupakan daerah utama yang dituju oleh penyebar agama islam, hal ini dikarenakan letak Sumatra yang sangat strategis. Pada tahun 1512, banyak kerajaan-kerajaan yang didirikan di Sumatera, baik keraan besar maupun kerajaan kecil. Kerajaan-kerajaan di Sumatera antara lain: kerajaan Aceh, kerajaan Biar dan Lambri, kerajaan Pedir, kerajaan Pirada, kerajaan Pase, kerajaan Aru, kerajaan Arcat, kerajaan Rupat, kerajaan Siak, kerajaan Kampar, kerajaan Tongkal, kerajaan Indragiri, kerajaan Jambi, kerajaan Palembang, kerajaan Andalas, kerajaan Pariaman, kerajaan Minangkabau, kerajaan Tiku, kerajaan Panchur, dan kerajaan Barus.

· Kerajaan Aceh

Pada tahun 1520 Sultan Ali Mughayat Syah yang merupakan raja dari kerajaan Aceh memerangi kapal portugis yang memasuki Malaka. Namun perang tersebut hanya sampai pada tahap persiapan saja, dikarenakan sultan Ali wafat, beliau dimakamkan di pemakaman sultan Kandang XII Banda Aceh. Setelah kepergiannya, tahta kerajaan Aceh digantikan oleh Sultan Alauddin Riayat Syah al-Qahhar. Banyak usaha yang dilakukan oleh Sultan Alauddin Riayat Syah al-Qahhar, baik di bidang pertahanan perang, urusan perdagangan, sampai mengadakan hubungan internasional dengan negara- negara Islam di Timur Tengah, seperti Ethiopia, Turki, dan Mesir.

Pada tahun 1563, Sultan Alauddin Riayat Syah al-Qahhar ingin melanjutkan perjuangan Sultan Ali Mughayat Syah dalam memerangi tentara Portugis, beliau meminta bantuan pada Constatinopel agar dapat membantunya dalam perang tersebut.

Itulah beberapa penjelasan mengenai kerajaann - kerajaan islam di sulawesi dan sumatera, semoga bermanfaat. Baca: Kerajaan - Kerajaan Islam di Indonesia

Monday, 28 December 2015

Kerajaan - Kerajaan Islam di Indonesia - kedatangan para pedagang dari negeri Cina dan India membuat didirikannya kerajaan-kerajaan Hindu Budha, hal tersebut mengundang pertahian lebih banyak lagi pedagang untu datang ke Indonesia, salah satunya pedagang dari Timur Tengah, yang membuat kerajaan kerajaan islam di indonesia mulai bermunculan. Berikut beberpa kerajaan kerajaan islam di indonesia:

1. Kerajan Samodera Pasai

Kerajaan Samodera Pasai diyakini sebagai kerajaan islam pertama yang dibangun di Indonesia tepatnya di Lhoksumawe yang dibangun sekitar abad ke 13 Masehi tepatnya pada tahun 1297 Masehi. Pendiri kerajaan ini adalah Sultan Malik Al Saleh. Setelah Sultan Malik Al Saleh meninggal dunia, tahta kerajaan Samodera Pasai digantikan olh pytranya yang bernama Sultan Mahmud yang digantikan oleh Sultan Malik At Tahir atau Sultan Ahmad setelah kepergiannya. Baca: Kerajaan Islam Pertama dan Tertua di Indonesia

2. Kerajaan Demak

Kerajaan Demak merupakak Kerajaan bercorak Islam yang dibangun sekitar abad ke 1 Masehi. Kerajaan ini didirikan di Pulau Jawa, teptnya di daerah Demak, Jawa Tengah. Pendiri kerajaan Demak bernama Raden Patah, yang merupakan bupati di Kerajaan Majapahit yang saat itu masuk islam. Dalam waktu yang relatif singkat, Demak menjadi kerjaan yang besar dan Kuat, yang mejadi pusat penyebaran agama islam ke seluruh pelosok negeri.

Setelah Raden Patah meninggal dunia, tahta kerajaan Demak digantikan oleh Pati Uus, yang merupakan putra dri Radn Patah sendiri, setelah 3 tahun kepemimpinnanya, tahta diisi oleh Sultan Renggono, Adim Pati Unus, hal ini dikarenakan Pati Unus wafat. Sultan Renggono merupakan raja yang arif dan bijaksana, namun tegas. Ketegasan inilah yang teteap membuat Kerajaan Demak antipati terhadap Portugis.

3. Kerajaan Pajang
Kerajaan islam selanjutnya adalah kerajaan Pajang yang didirikan oleh Sultan Adiwijoyo atau lebih dikenal dengan sebutan Joko Tingkir. Joko Tingkir berhasil menaklukkan kerajaan demak, dan akhirnya berpindah ke daerah Pajang.

Setelah Sultan wafat terjadi pergolakan tepatnya pada tahun 1582,. Dalam situasi gamang tersebut Arya Pangiri yang merupakan putra Sunan mencoba merebut kekuasaan. Kemudian Pangeran Benowo memberikan kekuasaan pada kerajaan Pajang kepada saudaranya, Sutowojoyo. Saat kepemimpinan Sutowijoyo, pusat kerajaan dipindahkan ke daerah Mataram.

4. Kerajaan Mataram Islam
Kerajaan ini dulunya kerajan Pajang yang dipindahkan oleh Sutowijoyo pada tahun 1586 Masehi. Setelah diangkat menjadi Raja, Sutowijoyo mendapatkan gelar Senopalti Ing Alaga Sayidin Pantagama. Saat kepemimpinnanya, banyak dari para bupati yang ingin melepaskan diri dari kekuasaannya. Diantara para bupati yang mau melepaskan diri dari kepemerintahan Sutowijoyo diantaranya: bupati Ponogorogo, Kediri, Madiun, Pasuruan, Cirebon, Galuh dan Surabaya, namun tidak berhasil.

Setelah Sutowijoyo meninggal dunia pad atahun 1601, tahta kerajaan digantikan oleh Mas Jolang atau lebih dikenal dengan Penembahan Seda ing Krapyak. Pada awal kepemimpinannnya terjadi lagi pemberontakan yang dilakukan oleh daerah Demak dan daerah Ponorogo. Baca: Kerajaan Islam di Indonesia dan Peninggalannya

Saturday, 26 December 2015

Kerajaan - Kerajaan Hindu Budha di Indonesia - kerajaan yang pertama berkembang di Indonesia merupakan kerajaan kerajaan hindu budha. Ha ini dikarenakan para pedagang dari asing yang mulai berdatangan ke Indonesia, sebelum orang asing yang menganut suatu agama tertentu datang ke Indonesia, masyarakat Indonesia menganut aliran dinamisme.

Berikut beberapa kerjaan-kerajaan Hindu di Indonesia:

1. Kerajaan Kutai

Kerajaan Kutai merupakan kerajaan bercorak Hindu yang pertama kali didirikan di Indonesia tepatnya di Kalimantan Timur, tepian suangai Mahakam. Tahun berdirinya di perkirakan sekitar 400 Masehi. Beberapa raja yang pernah memimpin di kerajan Kutai antara lain adalah: Raja kudungga yang merupakan raja pertama dari kerajaan ini, yang selanjutnya digantikan oleh raja Asawarman dan pada generasi selanjutnya adalah Raja Mulawarman, yang merupakan putra mahkota dari Raja sebelumnya.

2. Kerajaan Tarumanegara

Kerajaan Tarumanegara adalah kerajaan bercorak Hindu kedua yang dibangun di Indonesia. Kerajaan Tarumanegara dibangundi Jawa barat, sekitar tahun 450 M. Raja yang berkuasa di Kerajaan Tarumanegara adalah Raja Pernawarman. Baca: Kerajaan Hindu Budha di Indonesia

3. Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya merupakan kerajana bercorak Budha yang didirikan di Sumatera sekitar abad ke-7. Raja-raja yang pernah berkuasa di kerajaan Sriwijaya antara lain: raja Jayanaga, raja Balaputradewa, selanjutnya adalah raja Sangrawijaya tunggawarman. Pada masa itu Kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan terkuat, Kerajaan Sriwijaya mendapat julukan kerajaan maritim, hal tersebut dikarenakan Kerajaan Sriwijaya mengusai sebagian besar perairan di Nusantara, yang merupakan lokasi strategis yang dituju para pedagang-pedagang asing.

4. Kerajaan Bali

Kerajaanbali merupakankerajaan bercorak Hindu selanjutnya. Yang terdiri dari beberapa wangsa, wangsa yang terkenal salah satunya adalah wangsa Warmadewa, yang pada masa itu memerintah Bali.raja-raja yang terkenal pernah memerintah kerajana Bali antara Lain: Sri Candrabhaysingka Warmadewa, selanjutnya digantikan oleh Udayana, yang mendapatkan gelar Dhamodayana Warmadewa. Setelah keruntuhannya, kerajaan Bali meninggalkan bebrapa peninggalan sejarah yang berupa prasasti, terdiri dar 28 prasasti yang ditemukan di di goa Gajah, Gunung Panulisan, Gunung Kawi dan Sangit.

5. Kerajaan Singasari

Kerajaan Singosari merupakan kerajaan yang berdiri berlandaskan dendam. Asal mula cerita kerajaan ini, dimulai dari ken Arok yang membunuh Tumapel Tunggul Ametung untuk mendapatkan istri dan tahtanya. Sehingga setelah Tunggu ametung meninggal, keinginan Ken Arok terpenuhi, ia menjadi Raja dan menikah dengan istri Tunggu Ametung, yang bernama Ken Dedes. Di tengah kepemimpinannya, ia dibunuh oleh anak dari Tunggul Ametung, yaitu Anuspati sehingga ia menjadi raja selanjutnya. Namun hal tersebut tidak berlangsung lama, anak dari Ken Arok tidak terima ayahnya dibunuh akhirnya membalas dendam kepada Anuspati, dan membunuhnya. Setelah Tohjaya, anak Ken Arok membunuh Anuspati, ia diangkat menjadi Raja. Selanjutnya terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh keturunan-keturunannya.

Selain pendirian kerajaan Budha, juga berdiri kerajaan-kerajaan Hindu di Indonesia, salah satunya yaitu Kerajaan Mataram Hindu yang berada di Jawa tengah. Raja yang pernah berkuasa di kerajaan ini adalah Raja Sarna, Raja Sanaya, Raja Raka Panangkara, Raja Rakai Pikatan, Raja Rakai Watukara, Raja Daksa, Raja Tulodong, Raja Wawa dan yang terakhir adalah Mpu Sendok hingga akhirnya ia pindah ke Jawa timur dan membuat kerajaan baru yang bernama kerajaan Wangsa Isyana. Baca: Kerajaan Budha Tertua yang Ada di Indonesia

Thursday, 24 December 2015

Kerajaan Islam Pertama dan Tertua di Indonesia - Fakta yang kita ketahui selama ini bahwa kerajaan Samudera Pasai merupakan kerajaan islam pertama yang ada di Indonesia, namun pada kenyataannya ada kerajan lain yang jauh lebih dahulu dibangun dari pada kerajaan Samodera Pasai. kerajaan islam tertua di indonesia adalah kerajaan perlak . kerajaan ini berlokasi di Aceh bagian timur, yang didirikan pada tahun 840 Masehi. Berdiriya kerajaan ini cukup lama sekali, diketahui berjalan sampai tahun 1292 hingga akhirnya bergabung dengan kerajana Samodera Pasai.

Raja pertama yang memerintah kerajaan ini adalah Sultan Alaidin Syeh Maulana Abdul Aziz Syah. Sultan Alaidin Syeh Maulana Abdul Aziz Syah sendiri merupakan putera dari pasangan Ali bin Muhammad bin Ja`far Shadiq yang merupakan pendatang islam dengan Makhdum Tansyuri, adik dari Syahir Nuwi pemimpin perlak sebelum memeluk islam. Sejak kepemimpinan Sultan Alaidin Syed Maulana Abdul Aziz Syah, bandar perlak berganti nama menjadi bandar Khalifah.

Pada awalnya kerajaan ini menganut aliran syiah yang mendapat dukungan dari mesir yaitu dinasti Fatimah. Namun saat dinasti Fatimah runtuh, hubungan dengan syiah mulai memudar. Berganti dengan aliran Sunni . aliran ini muncul saat masa kepemimpinan Sultan Alaiddin Syed Maulana Abbas Shah. Beliau meninggal pada tahun 913 masehi, dan kejadian ini memicu perang antara aliran Sunni dan Aliran Syiah. Sehingga membuat kerajaan tidak memiliki sultan selama kurang lebih 2 tahun. Hingga akhirnya kaum syiah memenangkan peperangan dan mengangkat Sultan Alaiddin Syed Maulana Ali Mughat Shah untuk mengisi tahta kerajaan. Namun pada akhir pemerintahan Sultan Alaiddin Syed Maulana Ali Mughat Shah terjadi lagi peperangan antara kaun syiah dan kaum sunni, namun kali ini yang menjadi pememnang adalah kaum sunni, hingga akhirnya yang diangkat untuk menjadi raja adalah dari kaum sunni sendiri. Baca: Kerajaan di Indonesia

Kerajaan ini berada dalam situasi damai hingga akhirnya pada tahun 956, tepatnya pada saat sultan ketujuh yaitu , Sultan Makhdum Alaiddin Abdul Malik Shah Johan Berdaulat meninggal dunia, terjadilah lagi peperangan antara kaum syiah dan kaum sunni selama 4 tahun lamanya. Hal ini membuat kedua belah pihak mengambil keputusan agar kerajaan perlak dibagi menjadi dua bagian, agar tercipta perdamaian.

Bagian pertama berada di daerah pesisir Perlak yang diberikan kepada kaum syiah dengan kepemimpinan Sultan Alaiddin Syed Maulana Syah, kepemimpinannya dimulai pada tahun 986 Masehi sampai tahun 988 Masehi. Bagian kedua berada di daerah pedalaman Perlak yang dberikan kebada kaum sunni dengan kepemimpinan Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim Shah Johan Berdaulat, beliau memimpin Perlak pedalaman dimulai pada tahun 986 sampai tahun 1023. Kedua aliran tersebut bersatu kembalisa disaat Sultan Alaiddin Syed Maulana Shah, raja dari aliran syiah yang menguasasi Perlak pesisir meninggal pada saat dikalahkan oleh kerajaan Sriwijaya. Baca: Kerajaan Budha Tertua yang Ada di Indonesia 
- |